Klinik Aborsi Ilegal Cikini Terbongkar, Dokter Lulusan SMP, Alat Dan Obat Kedaluarsa

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Polda Metro Jaya Bongkar praktik aborsi di kilini aborsi Cikini, jakarta. Foto : liputan6.com
Polda Metro Jaya Bongkar praktik aborsi di kilini aborsi Cikini, jakarta. Foto : liputan6.com

Jakarta, Jelasberita.com| Polda Metro Jaya berhasil mengungkap praktek aborsi yang dilakukan oleh sebuah klinik yang terdapat di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016). Dari hasil penangkapan, terdapat sembilan orang yang dijadikan tersangka yang diduga melakukan praktek aborsi di klinik ini, diantaranya calo, pengelola, asisten dokter serta dokter nya sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Subdirektorat Sumber Daya Lingkungan Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Kombes Adi Vivid.

“Kami berhasil mengamankan sembilan orang dari klinik aborsi ilegal ini, diantaranya ada yang berperan sebagai calo, pengelola, asisten dokter, bahkan doternya juga,” ujar Adi.




Adi juga mengatakan bahwa alam menjalankan praktek aborsi mereka, kelompok ini menawarkannya secara online, yakni melalui situs yang khusus dibuat oleh mereka sendiri. Dalam situs ini, mereka menawarkan jasa aborsi mereka sesuai dengan usia kehamilan. Harganya pun disesuaikan dengan usia kehamilan pasien, jika semakin tua usia kehamilan maka semakin tinggi pula harga yang harus di bayar untuk jasa mereka ini. Menurut pengakuan tersangka yang diamankan, biasanya mereka memasang tarif dari Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta untuk usia kehamilan terendah.

“Komplotan ini menawarkan jasa aborsi secara online. tarif yang ditawarkan mulai dari Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta. Tapi bila usia kehamilan tinggi mereka bisa memasang tarif hingga Rp 10 juta,” terang Adi.

Tak hanya itu, seluruh dokter N yang turut diamankan dalam operasi ini diketahui tidak memiliki pengalaman dalam bidang medis. Bahkan, dokter-dokter ini juga hanya menyelesaikan pendidikannya hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) saja. Sementara ilmu mengenai kandungan dan aborsi hanya mereka peroleh secara otodidak saja.

“Dokter-dokter yang melakukan praktek aborsi ilegal disini semuanya hanyalah tamatan SMP, tidak ada yang pernah mengenyam pendidikan di bidang medis. Semua yang mereka pelajari tentang aborsi diperoleh secara otodidak,” kata Adi.




Selain doternya yang tidak berpengalaman, Adi dan tim nyajuga menemukan sebuah temuan yang sangat mengejutkan, yakni alat-alat medis bekas serta obat-obat kedaluarsa yang disediakan di klinik ini. Semuanya dinilai sudah dalam kondisi tak layak digunakan, bahkan ada beberapa alat untuk memperbesar rahim ditemukan sudah dalam kondisi berkarat.

“Semua obat-obatan di klinik ini sudah kedaluarsa, bahkan ada yang sudah kedaluarsa sejak 2014 lalu. Alat-alat yang digunakan untuk aborsi juga semua tidak layak untuk dipakai atau bekas, seperti alat untuk membongkar rahim ini. Ini sudah dalam kondisi berkarat, bayangkan saja jika ini dipergunakan untuk membongkar rahim, apa akibatnya?” jelas Adi.

Atas terbongkarnya praktek aborsi ilegal di klinik ini, para tersangka dinyatakan bersalah karena melanggar Undang-Undang yang berlaku, mulai dari Pasal 75 UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Pasal 73, 77, 78 UU Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran, dan Pasal 64 jo Pasal 83 UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

Sementara itu, untuk hukum pidana para tersangka dianggap melanggar Pasal 55, Pasal 56, Pasal 229. Pasal 346, dan Pasal 49 dengan ancaman hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.