Karyawan Hotel Asean Meminta Haknya Dipenuhi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





 Puluhan karyawan Asean Internasional Hotel menggelar aksi di depan hotel menuntut hak mereka terkait pergantian manajemen, Selasa (23/2).
Puluhan karyawan Asean Internasional Hotel menggelar aksi di depan hotel menuntut hak mereka terkait pergantian manajemen, Selasa (23/2).

Medan, Jelasberita.com | Puluhan karyawan menggelar aksi unjukrasa, Selasa (23/2) di
Asean Internasional Hotel Jalan Adam Malik Medan terkait rencana pergantian manajemen hotel. Dalam aksinya, para pengunjuk rasa menuntut pertanggungjawaban pihak hotel agar segera melunasi kompensasi para karyawan. “Pergantian manajemen hotel ini tidak pernah ada sosialisasi. Padahal kami sudah terus mempertanyakan persoalan ini, dan enggak ada respon,” kata Theodrik Ketua Serikat Pekerja Mandiri (SPM) Asean International Hotel.

Theodrik menilai, ada indikasi bahwasanya pihak perusahaan bakal melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara sepihak.  Disebutkannya, papabila manajemen berganti, besar kemungkinan mereka tidak lagi dipekerjakan oleh pihak perusahaan tanpa disertai tunjangan PHK.







“Kalau memang mau diganti, bayar dulu hak kami. Jangan nanti setelah berubah nama dan manajemen, kami dibiarkan begitu saja,” ucapnya.

Kata Theodrik sebaiknya pihak manajemen hotel, terlebih dahulu melunasi hak-hak para pekerja, seperti halnya hotel-hotel lainnya. Sebelum nama dan manajemen hotel berganti seharusnya tidak ada kesepakatan baru.

Disebut-sebut karyawan, semenjak wacana pergantian nama dan manajemen hotel, General Manager sudah 15 kali menerbitkan (surat) warning. Mereka menilai, surat peringatan  yang diterbitkan pihak manajemen terkesan bentuk kesengajaan yang dilakukan perusahaan agar para karyawan tidak betah bekerja. Juga menuding pihak perusahaan kerap mencari-cari kesalahan para pekerja.

Dala aksi itu, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Disosnaker) Kota Medan diduga berpihak kepada manajemen hotel. Alasannya,  sebelumnya para karyawan menggelar unjuk rasa, mereka telah beberapa kali mendatangi Disosnaker untuk membicarakan persoalan ini.




“Disosnaker ini udah berpihak kepada perusahaan. Udah bolak-balik kami menghadap sama Disosnaker, tapi tak ditanggapi,”ujar Teodrik.

Teodrik menceritakan, seperti sebelum-sebelumnya, manajemen Asean International Hotel tidak memberikan hak para karyawan. “Dulu pernah juga seperti ini. Mantan Ketua SPM bernama Soni Sembiring bahkan sampai melakukan gugatan di Pengadilan Negeri Medan.
Setelah mendaftarkan gugatan dan perkaranya disidangkan, Soni akhirnya menang. Sayangnya, pihak manajemen hingga saat ini tidak pernah memberikan hak Soni.

Sementara itu, Mesera selaku General Manager, kata Teodrik tidak mau tau dan mengaku tidak ada urusan dengan tuntutan mereka. “GM Mesera, megatakan tidak ada urusan dengan kami. Bahkan katanya dia tidak mau tahu,”ucapnya mengakhiri. (Dewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published.