Sibolga Komit Meningkatkan Mutu Guru

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Kadis Pendidikan Sibolga Drs. Alpian Hutaruk menyampaikan komitmen Pemko Sibolga tentang pengembangan profesionalisme guru.
Kadis Pendidikan Sibolga Drs. Alpian Hutaruk menyampaikan komitmen Pemko Sibolga tentang pengembangan profesionalisme guru.

Sibolga, Jelasberita.com | Program pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia salah satunya adalah dengan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang sudah masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019 guna terus menumbuhkan mutu guru secara utuh dan menyeluruh. Tahun ini, Dinas Pendidikan Kota Sibolga terus mendukung guru-guru di Kota Sibolga untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas dan profesionalitasnya.

Drs. Alpian Hutauruk M.Pd, Kepala Dinas Pendidikan menjelaskan, tahun ini Dinas Pendidikan Kota Sibolga semakin serius mewujudkan profesionalisme guru sesuai dengan Permen PANRB No. 16 Tahun 2009.




“Pada tahun ini kami menyiapkan berbagai aktivitas pelatihan bagi guru dengan melatihkan Modul Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan (PAKEM) untuk SD dan Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk SMP juga Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) kepada sekitar  1.300 orang guru SD/SMP Negeri dan Swasta PNS dan Non PNS di Kota Sibolga tuntas dilatihkan modul USAID PRIORITAS,” ujar Alpian Hutauruk, Sibolga, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Dinas Pendidikan Kota Sibolga melakukan analisis data atas kebutuhan pelatihan bagi guru bersama Tim PKB dan USAID PRIORITAS dimulai dari kegiatan yang sudah dilakukan dari tahun 2007 sampai tahun 2015.

Drs. Erman Sikumbang, menjelaskan tahun 2015 ini kita sudah melatihkan modul 2 USAID PRIORITAS kepada 240 orang guru, itupun belum semua guru mendapatkan pelatihan. “Dari hasil analisis itu kita baru melatihkan PAKEM Modul 2, CTL Modul 1 dan 2 kepada + 304 orang guru, masih banyak guru yang harus kita latih, apalagi modul MBS juga belum dilatihkan,” ujar Erman Sikumbang.

Agar semua guru di Kota Sibolga tuntas mendapatkan pelatihan USAID PRIORITAS modul 1, 2 dan 3 Dinas Pendidikan membutuhkan biaya sebesar 3,1 Milyar. Potensi dana BOS tahun 2015 untuk PKB ada 1,6 Milyar dan jika ditambah TPP 1% saja atau sebesar 400 juta bisa membantu guru mendapatkan pelatihan modul USAID PRIORITAS.




“Jika kita mau dan serius dengan masalah peningkatan profesionalisme guru ini, kita hanya butuh waktu 1 tahun saja sampai dengan tahun 2017 dan butuh dana sebesar 3,1 Milyar biaya per orang guru hanya butuh 929.500 rupiah per pelatihan, kalau hanya mengandalkan dana APBD kita butuh waktu 5 tahun menuntaskan pelatihan ini kepada semua guru,” ujar Alpian Hutauruk, saat menjadi pembicara di acara rapat panel perencanaan strategis PKB di Sibolga.

Dalam kesempatan yang sama, Leonard H. Marpaung dari Bappeda juga memberikan dukungan dan memberi semangat.

“Sangat penting jika rencana ini menjadi agenda pokok di Dinas Pendidikan ke dalam Renstra dan Renja, sehingga ke depan sangat mudah bagi kita untuk mengukur realisasi dan keberhasilan kegiatan ini, dan jangan lupa harus ada tim PKB yang menjaga mutu pelatihan,” ujar Leonard H. Marpaung.

Dalam rapat tersebut, kelompok kepala sekolah, guru dan pengawas sekolah sepakat bahwa tanggungjawab PKB bukan hanya menjadi urusan Dinas Pendidikan Kota Sibolga saja, tapi juga tanggungjawab sekolah dan guru. Caranya dengan memaksimalkan fungsi KKG dan MGMP di gugus atau kecamatan.

Hermanto Panjaitan, S.Pd. salah seorang kepala sekolah menjelaskan “Kami dari kepala sekolah juga tadi sudah dipaparkan dari guru dan pengawas atau UPT sudah bersepakat menyisihkan Tunjangan Pengembangan Profesi (TPP) guru sebesar 3-10% dan dikelola melalui KKG/MGMP masing-masing,” ujar Hermanto Panjaitan.

Rimbananto, Governance and Management Specialist (GMS) didampingi Renhard Gultom dan Habibi Pohan dari USAID PRIORITAS menambahkan pentingnya percepatan pengembangan profesi guru yang harus mendapat dukungan semua pihak. Rimbananto juga mengutip pesan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan bahwa Pemerintah menjadikan pendidikan dan Kebudayaan sebagai gerakan (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.