166 SD dan MI Medan Dapat Buku Bacaan Berjenjang

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Wakil Walikota. Wakil Walikota Medan Ir. Akhyar Nasution, M.Si menyampaikan sambutan dalam Pelatihan Praktik Baik Dalam Pembelajaran Tingkat SD/MI di Hotel Grand Kanaya, Medan, Rabu (24/2). USAID PRIORITAS  menghibahkan buku bacaan berjenjang kepada 150 SD/MI di Medan.
Wakil Walikota. Wakil Walikota Medan Ir. Akhyar Nasution, M.Si menyampaikan sambutan dalam Pelatihan Praktik Baik Dalam Pembelajaran Tingkat SD/MI di Hotel Grand Kanaya, Medan, Rabu (24/2). USAID PRIORITAS menghibahkan buku bacaan berjenjang kepada 166 SD/MI di Medan.

Medan, Jelasberita.com| Membaca buku kini bukan lagi kegiatan yang membudaya dikalangan pelajar. Padahal buku merupakan komponen penting dalam proses pembelajaran. Buku merupakan jendela ilmu yang memberikan informasi dan pengetahuan. Anak perlu dirangsang untuk mencintai kegiatan membaca buku,” ucap Wakil Walikota Medan Ir. Akhyar Nasution, M.Si saat membuka Pelatihan Praktik Baik Dalam Pembelajaran Tingkat SD/MI di Hotel Grand Kanaya, Medan, Rabu (24/2).

Lebih lanjut Akhyar mengatakan kreativitas guru merupakan kunci keberhasilan pembudayaan membaca. Keterbatasan sarana tidak selamanya menjadi kendala untuk meningkatkan minat baca. ”Saya ingat sekali ketika saya SD, ada guru saya bermana Pak Simangontang Silitongan di SD Negeri 27, sekarang SD Negeri 060863 Kelurah Brayan Bengkel. Saya lihat guru itu kreatif. Sebelum masuk jam belajar, siswa didudukkan dihalaman. Tidak ada fasilitas waktu itu. Anak-anak dikasih buku dan disuruh membaca satu bab. Besok begitu lagi. Dari situlah kebiasaan membaca buku,” tambahnya.




Koordinator Daerah USAID PRIORITAS Kota Medan Bambang F. Wibowo, menyebut keterampilan membaca sebagai keterampilan dasar yang menentukan prestasi belajar. Semakin baik kemampuan anak membaca, maka semakin baik pula kemampuan anak menalar pembelajaran. “Keterampilan membaca jangan dipahami sekadar mengenali huruf, kata dan kalimat. Memahami isi bacaan juga termasuk sebagai salah satu elemen penting dalam keterampilan membaca,” terangnya.

Bambang mengatakan, USAID PRIORITAS telah berkomitmen membantu kota Medan untuk meningkatkan budaya. Komitmen itu diwujudkan melalui hibah sekitar 100 ribu buku bacaan berjenang. Hibah buku ini akan didistribusikan kepada 166 sekolah yang terdiri dari 117 SD negeri dan swasta, dan 49 madrasah ibtidaiyah (MI). “Sebelum buku ini digunakan, kami akan melakukan pelatihan kepada ratusan guru-guru kelas awal. Kami perkirakan lebih dari 14,400 siswa kelas awal atau siswa kelas 1,2 dan 3 akan menerima manfaat dari hibah buku ini,” tambahnya.
Lebih lanjut Bambang mengatakan, buku bacaan berjenjang dirancang untuk siswa kelas awal. Penggunaan buku ini ditujukan memperkuat pondasi keterampilan membaca. “Agar anak kita dapat memahami sebuah bagian cerita, maka Ia harus membaca 45-6o kata permenit. Itu dikarenakan kemampuan memori otak manusia, hanya mampu menampung tujuh hal secara bersamaan selama 12 detik,”tukasnya.

Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahun yang didanai oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Program ini didesain untuk membawa pendidikan berkelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia. Sampai saat ini program USAID PRIORITAS telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 290 ribu siswa di 1.975 SD, SMP dan Madrasah di Sumatera Utara (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.