Laman PDSS Sulit Diakses, Banyak Sekolah Mulai Kocar-Kacir

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





PDSS adalah sistem informasi penyimpanan data nilai rapor siswa dalam rangka pendaftaran SNMPTN. Foto : iberita.com
PDSS adalah sistem informasi penyimpanan data nilai rapor siswa dalam rangka pendaftaran SNMPTN. Foto : iberita.com

Medan, Jelasberita.com| Dalam rangka pendaftaran ujian Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)2016 nanti, seluruh sekolah-sekolah di Indonesia wajib memberikan data siswa berupa nilai rapor siswa secara online. Pengisian data siswa secara online ini yaitu dengan cara mengakses website Pdss.snmptn.ac.id, atau Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Akses ke website ini sangat diperlukan sebagai salah satu syarat utama pendaftaran SNMPTN 2016, karena itu didalam pengisian data siswa, setiap sekolah wajib memberikan data nilai rapor yang akurat dan benar. Sedangkan untuk data yang diiisi di PDSS oleh siswa harus diisi dengan hati-hati dan teliti, karena akan mempengaruhi lulus atau tidaknya di SNMPTN nanti. Semua tata cara pengisian PDSS juga terdapat di Panduan Pengisian PDSS yang tersedia di website nya.

Pememrintah sebenarnya sudah memberikan tenggang waktu yang cukup panjang untuk setiap sekolah dalam mengisi data sekolah dan siswa nya, yakni dari tanggal 18 Januari hingga 20 Februari 2016. Namun, ketidak sigapan sekolah-sekolah di Indonseia dalam merelaisasikan proses pendataan ini, dianggap kini telah mengakibatkan laman PDSS ini menjadi sangat sulit diakses sekarang ini. Pasalnya, menjelang akses ke laman ini akan segera ditutup, banyak sekolah-sekolah yang belum mendaftar harus kocar kacir untuk memulai melengkapi data sekolah dan siswanya.  Akibatnya, sistem yang terdapat di PDSS ini pun menjadi full server yang mengakibatkan terhambatnya proses pegisian data sekolah dan siswa yang mengikuti SNMPTN. Salah satu sekolah yang mengakui sulit untuk mengakses laman PDSS ini adalah sekolah-sekolah di Sumateran Utara.




Menurut Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Negeri Medan (UNIMED), Muhammad Surip ia ditelepon oleh sekolah-sekolah di Sumatera Utara yang menyampaikan keluhannya terkait sulitnya untuk mengakses ke laman PDSS tersebut.

“Bagaimana tidak semua sekolah berlomba untuk mendaftarkan sekolah dan siswanya di saat PDSS akan dituutp beberapa hari lagi. Hal ini yang membuat sistem menjadi eror karena server full, jadi ya gini lah resikonya,” ujar Surip

“Ada puluhan Kepala Sekolah di Sumatera Utara menelepon saya untuk menyampaikan bahwa mereka sangat kesulitan untuk mendaftarkan sekolah dan siswanya akibat proses registrasi yang sering gagal. Namun, sampai sekarang kita belum belum mendapatkan berap jumlah pasti sekolah-sekolah yang belum mendaftar,” tambahnya.

Surip juga mengatakan bahwa menjelang 10 hari akan ditutupnya laman PDSS ini, ada sekitar 500 sekolah yang belum mendaftarkan sekolah dan siswanya. Jadi, untuk mengatasinya, Surip pun harus menelepon semua Kepala Sekolah yang sekolahnya belum terdaftar hanya sekedar untuk segera mendaftarkan sekolahnya.




“Padahal pada saat sosialisasi ke daerah, kami sudah menyampaikan agar tidak mendaftar di hari penutupan,” ujar Surip.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.