Belajar dan Langsung Jadi Investor

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Sekolah Pasar Modal

 




Jakarta, Jelasberita.com | Ada yang baru dari Program Sekolah Pasar Modal (SPM) dan Sekolah Pasar Modal Syariah (SPMS) yang digelar Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Kali ini, masyarakat yang mengikuti sekolah pasar modal gratis selama satu hari penuh, bisa langsung jadi investor seusai belajar.

Menurut Direktur BEI, Nicky Hogan, sebelumnya SPM level 1 dan SPM level 2 diselenggarakan dalam hari yang berbeda. Saat ini, SPM level 1 diselenggarakan pada pagi hari dan SPM level 2 pada siang hari di hari yang sama. Sehingga peserta SPM level I pada hari itu dapat mengikuti SPM level 2 pada siang harinya.

Program SPM dan SPMS tahun ini, seperti full day training, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 di Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia. Materinya diberikan sangat praktis sehingga setelah mengikuti kegiatan ini, peserta dapat langsung praktik berinvestasi saham. Program SPMS juga serupa, hanya saja peserta dapat memahami bagaimana berinvestasi secara syariah di pasar modal.

Secara umum program ini terdiri dari dua level. Level pertama atau basic berupa materi yang sangat mudah untuk dipahami, sehingga bisa diikuti masyarakat awam. Setelah itu baru dilanjutkan ke level 2 yang lebih komprehensif.




Masyarakat dapat belajar tentang apa itu investasi saham dan apa keuntungannya serta dapat mempraktikan mekanisme jual beli saham dan dapat pula berkesempatan mendapat pengalaman investasi saham di Bursa Efek Indonesia. Masyarakat juga bisa bertanya secara langsung kepada Perusahaan Sekuritas atau Anggota Bursa mengenai teknis berinvestasi saham, sehingga program ini sangat menarik.

Untuk mengikuti SPM level 1 peserta dikenakan biaya Rp100 ribu, yang akan dikonversi menjadi modal awal peserta untuk mulai investasi saham. “Artinya, biaya SPM dikembalikan kepada peserta dalam bentuk modal untuk investasi saham, jika pada saat program SPM, peserta memutuskan untuk langsung membuka rekening efek,” ujar Nicky.

Program Sekolah Pasar Modal diadakan BEI setiap tahun. Tahun 2015, jumlah peserta SPM mencapai 5.591 peserta dan peserta SPMS mencapai 1.331 peserta. Pada tahun yang lalu, SPM level 2 khusus untuk masyarakat yang telah menjadi investor. Namun, saat ini SPM level 2 disebut juga Workshop Investasi. “Selain diperuntukkan bagi masyarakat yang telah menjadi investor saham, peserta SPM level 1 yang telah membuka rekening efek pada hari yang sama dapat langsung mengikuti SPM level 2,” tambahnya.

Pada SPM level 2 peserta akan mendapat pengetahuan tentang analisa fundamental dan analisa teknikal sebagai pengetahuan untuk memilih saham yang akan diinvestasikan. Jadi, peserta SPM langsung dapat menentukan akan membeli saham apa yang cocok sesuai modal yang disisihkan, dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.

Setelah itu sesuai dengan kampanye “Yuk Nabung Saham” yang digalakkan BEI, diharapkan investor yang sudah teredukasi dengan baik rutin menyisihkan pendapatannya setiap bulan untuk membeli saham-saham berkinerja baik. “Kami ingin meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat yang sebelumnya hanya saving society menjadi investing society,”pesan Nicky.

SPM diadakan setiap hari Rabu dan Kamis serta hari Sabtu terakhir setiap bulan. Sedangkan SPMS diadakan setiap hari Selasa. Jadwalnya pun dapat dengan mudah diakses melalui website BEI. Pendaftaran dilakukan secara online melalui http://investar.idx.co.id/education/sekolah-pasar-modal/#. Siapa saja bisa menjadi peserta asalkan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), memiliki buku tabungan atas nama pribadi, dan bagi yang sudah bekerja atau memiliki penghasilan dianjurkan membawa kartu NPWP.

Tidak hanya di Jakarta, SPM dan SPMS juga diadakan di 19 kantor perwakilan di kota lainnya di Indonesia. Nicky berharap, sosialisasi dan edukasi pasar modal bisa semakin efektif sehingga dapat menjangkau semua lapisan masyarakat. Dengan kualitas program yang lebih baik, edukasi ini juga diharapkan akan melahirkan lebih banyak investor-investor yang teredukasi. “Kami juga berharap kampanye Yuk Nabung Saham yang kami lakukan sejak tahun lalu bisa memberikan kontribusi positif pada pengembangan pasar modal Indonesia,” lanjutnya.

Karena, menurut Nicky, jangan sampai masyarakat Indonesia hanya menjadi penonton di negerinya sendiri. Dengan bertambahnya partisipasi masyarakat dalam berinvestasi di pasar modal, pada akhirnya dapat memperkuat pasar modal Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

Leave a Reply

Your email address will not be published.