Kembali, Artis Dangdut Hesty ‘Klepek-Klepek’ Diciduk Polisi Karena Terlibat Prostitusi Artis

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Artis dangdut Hesty Klepek-klepek terlibat prostitusi artis. Foto : liputan6.com




Artis dangdut Hesty Klepek-klepek terlibat prostitusi artis. Foto : liputan6.com

Lampung, Jelasberita.com| Nama artis ibu kota kembali harus tercoreng setelah artis dangdut Hesty ‘Klepek-Klepek’ terpaksa diamankan polisi karena diduga terlibat prostitusi artis pada penggerebekan yang dilakukan oleh Subdit IV Ditreskrimum Polda Lampung, Jumat (19/2/2016). Selain Hesty, ada juga 7 wanita pekerja seks komersial (PSK), termasuk diantaranya abg, serta 5 orang mucikari yang turut diboyong ke Polda Lampung.

Operasi yang dipimpin oleh oleh Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Ferdyan Indra Fahmi mengatakan bahwa kelima mucikari dan ketujuh wanita yang berprofesi sebagai PSK beserta Hesty ditangkap dari lima lokasi yang berbeda. Dari operasi ini turut juga disita alat kontrasepsi sebagai barang bukti.

“Kelima mucikari berinisial Ki, Ps, Ra, Ai, dan Psa serta para psk termasuk Hesty berhasil kita amankan dari lima lokasi berbeda, diantaranya ditempat hiburan malam dna hotel berbintang di wilayah Kota Bandar Lampung,” kata Ferdyan.

Operasi ini memang belakangan gencar dilakukan di jajaran Polda Lampung dalam rangka untuk mengatasi aksi perdagangan manusia di Provinsi Lampung, serta untuk mengungkap praktek prostitusi artis yang selama ini diisukan mulai memasuki daerah Lampung.




Mucikari Ki yang merupakan mucikari Hesty diduga berperan penting dalam merekrut artis-artis ibu kota untuk kemudian dijadikan PSK dan dikhususkan untuk melayani pria hidung belang di Provinsi Lampung. Diakuinya, Hesty Klepek-Klepek tarifnya bisa mencapai Rp 100 juta untuk sekali kencan.

Sampai saat ini, proses penyidikan masih berlangsung terhadap para wanita yang dijadikan PSK serta Hesty untuk memastikan apakah mereka dapat dijadikan tersangka dalam praktek prostitusi ini atau hanya menjadi korban. Sementara itu, kelima mucikari telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, dan mereka dijerat dengan dengan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) atau Trafficking in person.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.