Saiful Jamil Tersangka Pelecehan Seksual Sesama Jenis Hingga Fatwa Haram MUI Untuk LGBT, Sudah Pantaskah?

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Saiful Jamil ketika proses penyidikan di Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading. Foto : liputan6.com
Saiful Jamil ketika proses penyidikan di Kanit Reskrim Polsek Kelapa Gading. Foto : liputan6.com

Jakarta, Jelasberita.com| Artis dangdut ternama Saiful Jamil (47) akhirnya resmi menjadi tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap seorang remaja pria berinisial DS (17) yang dilakukannya di kediamannya di Kelapa Gading. Hal ini sesuai dengan keterangan yang diberikan Kapolres Jakarta Utara Kombes Bolly Tifaona di kantornya, Jakarta Utara, Kamis (18/2/2016).

“Saat ini terdakwa SJ sudah resmi menjadi tersangka. Namun, kita masih akan melakukan pemeriksaan lanjutan,” ujar Bolly.




Kasus ini berawal dari laporan seorang remaja laki-laki DS yang melaporkan perlakuan yang tidak senonoh yang dilakukan Saiful Jamil terhadap dirinya ketika ia menginap di kediaman Saiful Jamil di Kelapa Gading.

DS dan Saiful Jamil diketahui baru bertemu sebanyak 3 kali. Pertemuan keduanya berawal dari kontes musik dangdut di salah satu stasiun TV swasta. Menurut pengakuannya, DS merupakan fans berat Saiful yang bergabung dalam fans Saiful yang dinamai Iloveupul. Kejadian memalukan ini pun terjadi pada pertemuan Saiful dan DS yang ketiga kalinya. Saat itu DS mengakui Saiful meminta dirinya untuk menginap di kediaman Saiful di Kelapa Gading.

Setibanya di rumah, DS mengakui kalau Saiful Jamil meminta dirinya untuk memijat badannya karena merasa keletihan akibat seharian bekerja. Setelah itu, Saiful meminta kepada DS untuk tidur sekamar dengannya, namun DS menolak dan memilih untuk tidur di kamar lainnya. Tapi tak lama setelah DS pindah kamar, Saiful kembali mendatanginya dan kembali memintanya untuk tidur sekamar dengan Saiful, namun kali ini disertai dengan ajakan untuk melakukan perbuatan layaknya suami isteri. Karena memaksa dan tidak berdaya, akhirnya perlakuan yang tidak senonoh itupun terjadi. Kejadian ini pun kini telah diakui oleh Saiful Jamil sendiri, dan ia mnegatakan kalau dirinya telah khilaf atas perbuatannya tersebut.

Akibat perbuatannya ini, mantan suami Dewi Persik ini pun terancam dihukum pidana 5-15 tahun penjara atas kasus kejahatan seksual yang dilakukannya.




“Laporan ini bukan hanya sekedar aduan dari korban saja. Kita akan tetap proses meskipun korban mencabut tuntutannya. Ancamannya bisa 5-15 tahun penjara,” terang Kapolres Jakarta Utara Kombes Bolly Tifaona.

Pelecehan seksual antara sesama jenis yang dilakukan Saiful ini sangat mengejutkan banyak pihak, terutama dari rekan sesama artis. Saiful yang dianggap baik dan sangat kuat dengan agamanya membuat dirinya sangat tidak mungkin untuk melakukan hal yang memalukan tersebut. Namun, jika dilihat sekilas kejadian ini seakan kembali mengungkit tentang fenomena komunitas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Trans Gender) yang belakangan ini cukup menuai kontroversi.

Komunitas LGBT ini masuk ke Indonesia diawal-awal tahun 2016, dan telah mewabah di kalangan umum terutama di mahasiswa. Menurut orang-orang yang bergabung dalam komunitas ini, mereka menjadikan LGBT sebagai wadah untuk menuangkan aspirasi para kelompok gay, lesbian, biseksual dan trans gender untuk mendapatkan hal yang layak sebagai warga negara pada umumnya, serta untuk mensahkan kelainan seksual mereka yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat.

Namun, komunitas LGBT ini sektika mendapat kecaman dari pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan, demi tidak semakin meluasnya komunitas LGBT ini, MUI pun telah mengeluarkan fatwa haram bagi komunitas ini.

“Fenmena lesbian, gay, biseksual dan transgender ini merupakan hal yang salah dan sudah menyimpang dari ajaran agam Islam,” ujar Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin.

“Untuk itu MUI secara tegas telah mengeluarkan Fatwa Haram atas keberadaan komunitas ini, bahkan kampanye yang LGBT juga termasuk yang diharamkan,” tambahnya.

Ada beberapa poin yang menyebabkan MUI harus segera mengeluarkan Fatwa haram atas LGBT ini, yaitu:

  1. LGBT dinilai sangat bertentangan dengan dengan Pancasila, sila pertama dan kedua
  2. LGBT juga sangat bertentangan dengan UUD 1945, khususnya pasal 29 ayat 1 dan pasal 28 J serta telah menyimpang dari UU No 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Berdasarkan kedua poin diatas, akhirnya dikeluarkanlah Fatwa Haram MUI Nomor 57 tahun 2014 tentang lesbian, gay, sodomi, dan pencabulan.

“Aktifitas LGBT juga sangat beresiko tinggi menimbulkan penyakit yang sangat berbahaya dan sangat menular yakni HIV/AIDS,” kata Ma’ruf.

Lalu apakah fatwa haram MUI terhadap LGBT ini sudah sangat pantas untuk mencegah segala macam bentuk pelecehan seksual, terutama di kalangan lesbian, gay, biseksual dan transgender di negara Indonesia ini? Kita tidak tahu, tapi yang jelas perbuatan seksual yang menyimpang ini sangat bertentangna dengan nilai-nilai dan ajaran agama manapun.

Leave a Reply

Your email address will not be published.