Perhiasan Hilang, Seorang Ibu Meneriaki Polisi Maling Pada Saat Razia Narkoba di Mangkubumi, Medan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Seorang ibu meneriaki polisi maling saat razia narkoba yang dilakukan di Jl Mangkubumi, Medan. Foto : liputan6.com
Seorang ibu meneriaki polisi maling saat razia narkoba yang dilakukan di Jl Mangkubumi, Medan. Foto : liputan6.com

Medan, Jelasberita.com| Jajaran Polresta Medan tampaknya sangat menunjukkan keseriusannya dalam memerangi peredaran narkoba di Medan. Salah satunya dengan razia narkoba yang dilakukan oleh Petugas Gabungan Satuan Reserse Narkoba dan Sabhara Polresta Medan di Jalan Mangkubumi, Kecamatan Medan Kota pada Rabu (17/2/2016).

Dari daerah yang terkenal dengan peredaran narkobanya yang bebas serta perjudian yang kerap kali terjadi, polisi berhasil menyita alat isap shabu, plastik kecil bekas shabu, dan dua mesin judi jackpot dari rumah seorang warga. Namun, barang haram berupa shabu tidak ditemukan di tempat tersebut. Hal ini dicurigai polisi sebagai kebocoran akan adanya razia narkoba ditempat ini.




Tak hanya itu, seorang pria yang merupakan anak dari rumah yang dirazia tersebut juga turut dibawa polisi karena barang-barang yang berkaitan dengan narkoba jenis shabu tersebut ditemukan didalam kamarnya. Selain itu, seorang pria yang mengaku sebagai Brigadir yang bertugas di Polres Kota Binjai juga turut diamankan polisi ke Mapolresta Medan.

Namun ada sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan ditengah razia  narkoba yang dilakukan di Mangkubumi tersebut. Disaat polisi hendak membawa barang bukti dan kedua pria yang diduga terlibat peredaran narkoba, tampak seorang ibu penjual tuak berteriak histeris dengan menghadang didepan mobil patroli polisi untuk menghadang laju mobil. Ibu tersebut dengan nada lantang meneriaki polisi maling, karena selama penggeledahan dilakukan dirumahnya, ia mengakui telah kehilangan sejumlah perhiasan dan uang senilai Rp 27 juta.

“Mana uang aku , jangan suka-suka hati kalian bongkar-bongkar rumah aku. Kalu mau bongkar panggil aku, Jangan kesempatan kalian curi uang sama emas aku. Maling Kalian!!” teriak ibu tersebut.

Melihat itu, seorang Polwan pun datang menghampiri ibu tersebut dan berusaha menenangkan ibu tersebut dengan mengatakan polisi tidak mengetahui uang dan perhiasan yang dimaksud. Namun, sang ibu tetap bersikeras polisi harus bertanggung jawab terhadap perhiasan dan uang yang dimaksud ibu tersebut. Terlebih ia juga semakin histeris ketika mengetahui anaknya turut dibawa di mobil polisi karena diduga terlibat peredaran narkoba didaerah tersebut.




Namun akhirnya situasi yang panas tersebut pun kembali tenang dan ibu tersebut pun turut dibawa ke Mapolresta Medan untuk dimintai keterangan dari pengakuannya yang kehilangan uang dan perhiasan miliknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.