Hadapi Dunia Kerja, USAID HELM Bekali 142 Mahasiwa

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Keterangan Gambar BEKALI: Regional Coordinator USAID HELM Parapat Gultom, Ph.D menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut guna membangun kesiapan para calon lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja dalam seminar Improving Skill and Character Building Through Career Development Centre yang digelar USAID HELM di Hotel Swissbel, Medan, Kamis (17/2). Hadir 142 mahasiswa dari berbagai universitas sebagai peserta, diantaranya mahasiswa dari Unpri, UISU, UHN, STIE IBBI, Panca Budi, UMI, Dharmawangsa, USU, UNRI, Polmed dan Poltek Aceh, Unimed, UMA, UDA, UNILA, STIM dan USM.
Regional Coordinator USAID HELM Parapat Gultom, Ph.D menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut guna membangun kesiapan para calon lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja dalam seminar Improving Skill and Character Building Through Career Development Centre yang digelar USAID HELM di Hotel Swissbel, Medan, Kamis (17/2). Hadir 142 mahasiswa dari berbagai universitas sebagai peserta, diantaranya mahasiswa dari Unpri, UISU, UHN, STIE IBBI, Panca Budi, UMI, Dharmawangsa, USU, UNRI, Polmed dan Poltek Aceh, Unimed, UMA, UDA, UNILA, STIM dan USM.

Medan, Jelasberita.com | Kencangnya kompetisi di dunia kerja saat ini, menuntut para pelamar harus punya kompetensi, keterampilan, pengetatahuan dan sikap yang matang. Namun para pelamar juga harus mampu mengemas kekhasan tentang dirinya itu dalam CV (curriculum vitae) dan surat lamaran kerja yang baik.

Jika tak ingin lamarannya jatuh ke tong sampah, maka mau atau tidak, suka atau tidak, para pelamar harus harus betul-betul mempersiapkan daftar riwayat hidup dan surat lamarannya dengan baik.







Demikian disampaikan Rismawati Situmorang, Dosen Politeknik Negeri Medan selaku Fasilitator HELM USAID dalam program “Improving Skill and Character Building Through Career Development Centre yang digelar USAID HELM di Hotel Swissbel, Medan, Kamis (17/2). Hadir 142 mahasiswa dari berbagai universitas sebagai peserta.

Diantaranya mahasiswa dari Unpri, UISU, UHN, STIE IBBI, Panca Budi, UMI, Dharmawangsa, USU, UNRI, Polmed dan Poltek Aceh, Unimed, UMA, UDA, UNILA, STIM dan USM.

Lebih jauh Rismawati menegaskan, kekhasan itu harus tertuang dalam CV dan lamaran kerja. Tidak semua pelamar yang mengirim CV dan surat lamaran kerja dipanggil. Hanya CV dan lamaran kerja yang “menjuallah” bakal dipanggil  HRD (pihak perekrut).

Rosmawati menyarankan, di CV dan Surat Lamaran kerja, pelamar harus menyebutkan kenapa dia tertarik melamar kerja di perusahaan itu. Kedua, apakah dia memiliki kemampuan yang sesuai dengan bidang lamarannya itu. “Di lamaran kerja, perlu kita sebutkan apa kompetensi, pengetahuan dan keterampilan yang kita miliki,” sebutnya.




Setelah itu, hal lain yang lebih penting, sambungnya, adalah apa yang menjadi harapan pelamar ke depannya. “Kita bisa sebutkan apa yang kita harapkan jika diterima di instansi yang kita lamar itu. Dengan menyebutkan harapan kita, kita memang dinilai memahami visi perusahan itu, jenjang karirnya, sistem kerja dan mekanisme hingga,” pungkasnya.

Kepala UPT Pusat Pengembangan Karakter dan Karir Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Nuni Gofar MS, menambahkan sebelum melamar, perlu mengecek kevalidan perusahaan yang dilamar. Selain itu juga perlu sekali memahami visi perusahaan serta jenjang karir yang tersedia di perushaan/instansi yang dilamar. Dalam kesempatan tersebut, baik Rosmawati maupun Nuni Gofar memberikan klinik bimbingan (coaching clinic) bagi para mahasiswa peserta khusus bagaimana membuat CV dan lamaran kerja yang menjanjikan.

Acara makin menarik ketika Buchari, ST, M.Kes Vice President Forum komunikasi praktisi dan pemerhati SDM HR Community membawakan materi tentang: “Apa yang dibutuhkan HRD perusahaan dalam merekrut karyawan?” Dosen Teknik Informatika USU kelahir Medan 10 November 1967 itu membagikan pengalaman dan tips menghadapi dunia kerja dengan lapangan kerja terbatas dan kompetensi tidak pas. Ia menekankan pentinhnya IMAN (idea, motivation, Action, network) serta softskill.

Regional Coordinator USAID HELM Parapat Gultom, Ph.D menjelaskan, tujuan kegiatan tersebut guna membangun kesiapan para calon lulusan perguruan tinggi untuk memasuki dunia kerja. USAID HELM mencoba membekali pembuatan CV, surat lamaran kerja, memenangkan interviu dan cara mencari informasi pekerjaan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap para calon lulusan PTN punya peluang lebih besar memenangkan kompetisi dunia kerja. Dengan pendekatan klinis dan pelatihan, perserta akan memiliki keterampilan dan kompetensi lebih,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.