Ullcok “Si Kalkulator Berjalan” Pernah Dipecat Dari Sekolahnya Gara-Gara Lebih Pintar Dari Gurunya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Ullcok 'si kalkulator berjalan' asal Makassar. Foto : makasar.tribunnews.com




Ullcok ‘si kalkulator berjalan’ asal Makassar. Foto : makasar.tribunnews.com

Makassar, Jelasberita.com| Sekilas, tampak tak ada yang berbeda dari sosok pria berumur 26 tahun ini. Pria berbadan subur dan berkulit gelap dengan selalu mengenakan cincin batu akik di jarinya ini diketahui bernama Ruslan Yusuf alias Ullang Commok atau yang lebih akrab dengan panggilan Ullock. Sosoknya saat ini menjadi banyak pembicaraan di dunia maya ketika seseorang memposting video dirinya tengah menghitung sejumlah soal perhitungan rumit tanpa menggunakan alat bantu seperti kalkulator. Sontak, banyak orang yang menjulukinya dengan nama “Si Kalkulator Berjalan” karena keahliannya dalam menghitung tanpa menggunakan alat bantu.

Ullcok merupakan anak ke 4 dari 7 bersaudara dari pasangan suami istri, Yusuf Roa dan Nuraini. Ia tinggal di Jl. Butta-Butta Caddi RT 4, Kaluku Bodoa, Tallo, Makassar. Kemampuannya yang spektakuler ini diakui ibunya sudah muncul dari kecil, disaat Ullcok belum masuk sekolah. Bahkan, sanking jeniusnya Ullcok juga dikatakan sudah bisa membaca di usianya saat itu. Selain itu, ia juga sering membaca doa yang dihafalkannya sejak dikelas 1 SD sebelum makan, tidur dan keluar rumah. Tak hanya itu, ia juga mampu mengingat semua nama lengkap teman-temannya di SD, jam, menit, dan hari ulang tahun teman-temannya. Ia juga mampu membaca tulisan latin secara terbalik, dan menghafalkan ayat-ayat Alquran dengan hanya membaca tiga kali saja.

“Dia sudah bisa membaca sendiri sebelum masuk sekolah. Di kelas 1 SD dia sering membaca doa yang dihafalkannya sebelum makan, tidur dan keluar rumah. Ia juga mampu mengingat nama teman-temannya waktu SD serta hari ulang tahun teman-temannya ,”ujar Nuraeni.

Pria yang juga dikenal sangat menyukai batu akik dan pecinta kecap sejati ini dikenal sering datang ke warkop-warkop di Makassar untuk memperlihatkan keahliannya dalam memecahkan teka-teki perhitungan yang diberikan para pengunjung warkop. Tak jarang, para pengunjung warkop pun mengaku takjub atas keahlian “Si Kalkulator Berjalan” ini dalam memecahkan perhitungan yang berjumlah ratusan bahkan ribuan yang diberikan pengunjung tanpa menggunakan kalkulator sama sekali dan dalam hitungan beberapa menit saja.




Namun siapa yang sangka kalau sosok pria fenomenal ini sebelumnya tidak pernah melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, bahkan ia dikabarkan hanya mengenyam pendidikan sampai di kelas 3 SD saja.

Dibalik kejeniusannya dalam menghitung, sebenarnya ada sebuah cerita yang menarik, bahkan bisa dibilang cukup memilukan yang disampaikan Ullcok dimasa sekolahnya dulu kepada wartawan.

Saat itu Ullcok yang masih duduk dibangku kelas 3 di SDN III Galangan Kapal, Tallo di tahun 1998 terpaksa harus dipecat oleh gurunya karena masalah yang sangat sederhana. Ullcok sempat mengatakan kebosanannya kepada guru matematikanya yang kala itu sering memberikan pelajaran berhitung matematika dalam penjumlahan satu dan dua digit saja. Ia juga mengatakan kepada gurunya kalau dia lebih pintar dari gurunya dengan mampu menghitung lebih dari apa yang diajarkan gurunya. Ia juga mengaku tidak mau belajar lagi jika materi pelajaran matematika yang diberikan gurunya terus seperti itu. Lantas, Ullcok pun langsung menantang gurunya untuk menghitung penjumlahan, pengurangan, pembagian, dan perkalian dalam jumlah angka yang banyak dan cukup rumit untuk seusianya kala itu. Namun, ternyata sang guru tidak mampu menjawab lagi hasil perhitungan yang diberikan Ullcok dengan alasan jumlah angkanya yang terlalu banyak.

“Saya bosan dengan pelajarannya yang begitu-begitu saja, enam kali enam dikasikan ki,” ujarnya dalam logat Makassar.

“Terus saya tantang dia, tapi dia jawab ‘banyak dului’ (terlalu banyak) angkanya terus kita dikeluarkan dari sekolah ki,” tambah Ullcok.

Ullcok memang diketahui tidak pernah bercita-cita atau menginginkan untuk memiliki pekerjaan. Semua yang dilakukannya diakuinya hanya untuk membahagiakan ibunya. Namun sangat disayangkan, kehebatannya ini sering disalah gunakan oleh orang-orang. Ada beberapa orang yang dengan sengaja mendatangi Ullcok hanya untuk meminta jampi-jampi kedalam botol yang berisi air mineral yang diabawa dari rumah hanya untuk kesembuhan penyakit dan terjauh dari penyakit. Tak jarang semua warga yang datang kepadanya memberikan sejumlah uang karena jampi-jampinya tersebut.

“Uang ini hanya untuk┬ámembahagiakan ibu saya,” kata Ullcok.

Ullcok juga sempat diuji keahlian menghitungnya oleh dosen dan mentor matematika yang sengaja didatangkan untuk mengetesnya. Dan hasilnya sungguh sangat mengherankan dosen dan mentor matematika ini karena kecepatannya dalam menghitung soal perhitungan yang sangat besar dan rumit angkanya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.