Terungkap Sudah, Kematian Karyawan Telkom Bukan Didorong Perampok Melainkan Karena Ulah Sopir Metromini Ugal-Ugalan

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto : anekainfounik.net




foto : anekainfounik.net

Jakarta, Jelasberita.com| Misteri kematian Bagus Budiwibowo (41), seorang karyawan Telkom yang tewas terjatuh dari metromini 640 jurusan Pasar Minggu- Tanah Abang pada Kamis (11/2/2016) lalu akhirnya terungkap. Sang sopir, Mohammad Sasih telah ditahan usai resmi menjadi tersangka dalam insiden ini. Hal ini sesui dengan keterangan yang diberikan Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo.

“Sopir saat ini sudah kami tahan setelah resmi menjadi tersangka atas kelalaiannya yang mengendarai metromini secara ugal-ugalan sehingga menyebabkan korban terjatuh dari metromini dan meninggal dunia,” terang Hendro, Senin (15/2/2016).

Penetapan Sasih sebagai tersangka pada insiden ini berawal dari keterangannya yang diikuti oleh kernet metromini yang berubah-ubah. Awalnya ia mengaku kalau Bagus terjatuh dari metromininya akibat ulah perampok yang mendorongnya hingga terjatuh ke trotoar dan kepalanya membentur aspal. Namun, setelah dilakukan penyelidikan ulang, Sasih mengakui ia mengendarai metromininya secara ugal-ugalan sehingga Bagus terjatuh keluar dari metromininya.

Dari pengakuan Sasih, saat itu Bagus hendak turun dari metromini yang dikendarainya, namun bukannya memperlambat laju metromini, Sasih malah menancapkan gasnya, sehingga Bagus yang belum sepenuhnya turun kejalan terhempas dan terjatuh membentur aspal yang menyebabkan luka yang cukup parah di kepalanya.




“Pengakuan dari sopir saat itu korban hendak turun, tetai sopir terus melaju metromininya dengan cepat sehingga korban terjatuh dan tewas karena terbentur aspal,” ujar Hendro.

Sasih juga mengatakan bahwa saat ia menyadarai Bagus terjatuh, ia bersama kernet dan tiga orang penumpang lainnya segera keluar dari metromini dan menolong Bagus yang sedang dalam keadaan sekarat. Mereka pun langsung melarikan Bagus kerumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, sayang nyawa Bagus tak dapat tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit.

Melihat keadaan yang semakin karena polisi turut campur tangan dalam insiden ini dan demi menghindari amuk massa, Sasih pun segera mengirimkan SMS kepada kernetnya, untuk memberikan keterangan palsu kepada polisi dengan mengatakan korban terjatuh dari metromini karena didorong oleh perampok, dan tidak menceritakan kejadian sebenarnya. Hal ini terbukti dari HP kernet dan sopir yang turut disita polisi.

Saat ini, Sasih pun dijerat dengan pasal 310 ayat 2 jo Pasal 129 ayat 1 huruf e UU RI No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sementara, sang sopir kernet masih berstatus sebagai saksi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.