Berita Pasar Modal Indonesia Today!!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




IDX Highlight

 




Medan, Jelasberita.com | Pergerakan saham Indonesia yang sangat flugtuatif sangat menarik untuk diikuti, terutama bagi anda yang merupakan Investor saham atau produk pasar modal lainnya seperti Reksadana, Obligasi, ETF, Futures, dll. Berdasarkan data hari ini 16 Februari 2016 dari Bursa Efek Indonesia mencatat bahwa jumlah perusahaan yang listing (tercatat) sebagai perusahaan publik berjumlah 524 emiten, dimana selama tahun 2016 ini terdapat pertambahan 3 perusahaan baru. Sedangkan jumlah investor yang tercatat di Kustidian Sentral Efek Indonesia berjumlah 450.540 Investor dimana angka ini menurut Yoseph Kaburuan, MBA selaku staff trainer Bursa Efek Indonesia masih cukup jauh dari jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 250juta jiwa lebih. Sehingga perlu lebih banyak lagi disosialisasikan ke masyarakat.

Global Highlights

Pergerakan indeks saham global mayoritas ditutup menguat. Beberapa sentimen yang mempengaruhi diantaranya:

  • Perkembangan dari Eropa, Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi pada pidatonya menjelaskan bahwa dibutuhkan upaya yang lebih keras dari seluruh para pembuat kebijakan guna mengantisipasi masalah hambatan pemulihan yang lebih luas. Sejak bulan Desember, secara umum penurunan pemulihan ekonomi telah terjadi, sehingga hal tesebut mempengaruhi sentimen pasar yang telah terlihat pada pekan lalu. Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi juga menegaskan bahwa pemulihan ekonomi di zona euro akan melaju dengan kecepatan yang moderat.
  • Sementara itu, Mario Draghi memperlihatkan kekhawatiran yang tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dimana sentimen investor masih tetap lemah akibat ketidakpastian kondisi ekonomi global serta meluasnya risiko geopolitik. Di sisi lain, Dewan Gubernur akan mempertimbangkan kembali kebijakan moneter di bulan Maret mendatang. Kepala dan Dewan Gubernur Pusat mengindikasikan bahwa mereka telah berkomitmen untuk tidak meningkatkan secara tajam syarat modal keseluruhan pada sektor perbankan, dikarenakan situasi perbankan zona euro sangat berbeda dari tahun 2012 lalu.
  • Perkembangan dari China, indeks Shanghai melemah di tengah penguatan bursa saham global pasca rilis data perdagangan untuk bulan Januari tercatat memburuk dengan ekspor secara tahunan turun sebesar 11,2% (sebelumnya: -1,4%, konsensus :-1,8%). Untuk impor, tercatat turun -18,8% secara tahunan (sebelumnya: -7,6%, konsensus: -3,6%). Penurunan ekspor dan impor mendorong ekspektasi devaluasi yuan lebih lanjut. Namun demikian, pada masa liburan Imlek pekan lalu, Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Zhou Xiaochuan mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa tidak ada dasar untuk penyusutan yuan lebih lanjut. PBOC tidak akan membiarkan spekulan mendominasi sentimen pasar dan mempermainkan kekhawatiran atas penurunan tajam cadangan devisa mata uang asing di negara tersebut selama beberapa bulan terakhir.
  • Perkembangan dari Jepang, PDB Jepang tumbuh negatif secara tahunan -1,4%, pada kuartal keempat tahun lalu, dengan belanja konsumen yang melambat di tengah pemulihan upah yang lambat dan prospek pertumbuhan yang tidak pasti. Untuk data produksi industri Jepang juga tercatat turun -1,9% untuk perkiraan bulan Desember, lebih buruk dari angka sebelumnya yakni -1,6%.
  • Dari bursa saham Wall Street, kemarin bursa saham Amerika Serikat libur memperingati perayaan ulang tahun presiden pertama, George Washington. Perhatian pasar pada pekan ini tengah tertuju kepada hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral AS yang dijadwalkan akan dilaporan di hari Kamis dini hari mendatang.

Domestic Highlights




  • BPS: Neraca Perdagangan Januari 2016 surplus USD50,6 juta. Ekspor pada bulan Januari 2016 tercatat USD10,5 miliar atau turun 10,88% (MoM), sedangkan impor pada Januari 2016 tercatat USD 10,45 miliar atau turun 13,48% (MoM).
  • Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2015 defisit sebesar USD1,1 miliar. Defisit transaksi berjalan tersebut diakibatkan oleh tumbuhnya impor nonmigas, penurunan ekspor nonmigas akibat permintaan global yang masih lemah, dan terus menurunnya harga komoditas.
  • Pasar obligasi negara dimasuki modal asing senilai Rp10 triliun sejak awal bulan hingga 11 Februari 2016. Adapun jenis obligasi yang menarik bagi investor asing adalah Surat Utang Negara (SUN), dengan kepemilikan mencapai Rp577,9 triliun.

Corporate Highlights

  • WSKT membukukan peningkatan laba bersih pada tahun 2015 sebesar 104,8%. Pertumbuhan tersebut seiring dengan kenaikan pendapatan usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT) sebesar Rp14,1 triliun.
  • ADHI membukukan perolehan kontrak baru pada Januari 2016 sebesar Rp1,1 triliun. Realisasi kontrak baru pada bulan Januari 2016 antara lain berasal dari proyek pembangunan rusun, pembangunan fasilitas produksi pabrik, dan pembangunan gedung kampus.
  • WIKA membukukan perolehan kontrak baru pada Januari 2016 sebesar Rp526 miliar. Kontrak baru yang diperoleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) sepanjang Januari lalu didominasi oleh proyek-proyek pemerintah, seperti proyek jalan tol Solo-Semarang dan proyek jalan tol Manado-Bitung.
  • SMCB telah mengakuisisi Lafarge Cement senilai Rp2,13 triliun. Transaksi ini merupakan bagian dari proses penggabungan usaha antara dua perusahaan semen tersebut.

Sumber: IDX

Leave a Reply

Your email address will not be published.