Tewas Terjatuh Dari Metromini, Kasus Kematian Karyawan Telkom Masih Misteri

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Bagus Budiwibowo, karyawan Telkom yang tewas terjatuh dari metromini. Foto : detik.com
Bagus Budiwibowo, karyawan Telkom yang tewas terjatuh dari metromini. Foto : detik.com

Jakarta, Jelasberita.com| Seorang karyawan PT. Telkom yang menjabat sebagai Manager Wireless Product Divsi Service And Solution, Bagus Budiwibowo (41) ditemukan meninggal dunia dengan luka yang cukup parah di kepalanya usai terjatuh dari metromini 640 pada Kamis 11 Februari 2016 yang lalu. Saat itu, Bagus yang diketahui pulang dari rapat di Kantor Telkom Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat menumpangi sebuah metromini 640 untuk kembali ke kantornya di Kebon Sirih untuk bermain badminton.

Sang sopir metromini, Mohammad Sasih (32) mengatakan kepada polisi bahwa Bagus terjatuh dari metromininya usai mengalami perampokan. Ia menjelaskan bahwa saat itu hanya ada 6 orang penumpang yang berada di dalam metromininya. Bagus dan satu penumpang lainnnya menumpang ke metromini yang dikemudikannya ketika melintas di Jalan Gatot Subroto, sementara 4 orang lainnya yang ia katakan sebagai pelaku perampokan menaiki metromini dari Bundaran HI.




Tepat di Jl MH Thamrin, sebelum lampu lalu lintas Kebon Sirih, keempat pelaku perampokan langsung memerintahkan sang sopir untuk berhenti. Ketika mereka berempat turun dari metromini, dan memerintahkan Sasih untuk melanjutkan kembali metromininya, Sasih melihat dari kaca spionnya bahwa ada seseorang (Bagus) yang terjatuh dari metromininya ke trotoar dan kepalanya membentur aspal. Sontak, Sasih pun menghentikan metromininya, dan keempat orang perampok yang baru turun tadi langsung keluar dan naik ke Kopaja arah Monas. Hal yang sama juga diungkapkan oleh sang sopir kernet, Muhammad Hendar.

“Ada empat orang perampok yang minta turun waktu itu, lalu kita pinggirkan metromininya. Sebelum turun, mereka mendorong bapak itu ketrotoar jalan setelah merampoknya, dan naik ke Kopaja arah Monas. Kepalanya luka parah karena membentur aspal. Lalu saya langsung berhenti dan liat keadaan bapak itu,” kata Sasih.

Namun, sungguh sangat disayangkan, keterangan awal dari sopir dan kernet metromini itu seketika berubah ketika diadakan pemeriksaan ulang kepada keduanya, Minggu (14/2) malam. Keterangan mereka mendadak berubah dengan mengatakan bahwa sebenarnya Bagus terjatuh bukan karena didorong oleh pelaku perampokan. Sasih mengatakan bahwa ia terpaksa mengarang cerita untuk menghindari amukan massa. Keterangannya tersebut juga dibenarkan oleh kernet metromini, Muhmmad Hendar.

“Kita takut di amuk warga pak saat itu, makanya kita karang cerita bahwa bapak itu didorong perampok,” ujar Sasih saat ditanyai Direskrimum Polda Metro Jaya, Krishna Murti, Minggu (14/2).




“Ide mengarang cerita seperti itu dari dia pak (sambil menunjuk Sasih), waktu itu dia bilang kalau polisi nanya ke saya bilang aja ada perampokan,” tambah Hendar.

Ia melanjutkan keterangannya bahwa saat itu Bagus sudah terjatuh di trotoar ketika metromini sedang berjalan pelan melintas di Jl. MH Thamrin. “Waktu itu metromini kita jalannya pelan, tapi Pak Bagus Bagus sudah tergelatak di trotoar, mungkin saja pak Bagus menjadi korban perampokan, tapi kita tidak tahu pasti,” ungkapnya di depan wartawan, Minggu (14/2).

Sampai saat ini, peristiwa yang menyebabkan tewasnya karyawan PT Telkom ini masih menjadi misteri. Direskrimum Polda Metro Jaya, Krishna Murti mengatakan sampai saat ini polisi masih melakukan penyidikan terhadap keterangan kedua saksi yang berubah-ubah tersebut. Ia juga meyakini bahwa ada sesuatu dibalik keterangan saksi yang berubah-ubah, dan bukan tidak mungkin keduanya dapat dijadikan tersangka dalam insiden ini.

“Pasti ada sesuatu sehingga mereka berani mengarang cerita. Semuanya akan kita selidiki, dan bukan tidak mungkin keduanya pun dapat dijadikan tersangka nantinya. Kita masih melakukan pencarian terhadap ponsel korban yang hilang disaat korban terjatuh. Dari sini akan terungkap semuanya,” ujar Krishna.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.