Awas Bahaya!!!! Masih Ada “Tikus-Tikus” Berkeliaran di MA

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto : kompas.com
foto : kompas.com

Jakarta, Jelasberita.com| KPK kembali menunjukkan taringnya dengan menangkap Kasubdit Kasasi dan PK Mahkamah Agung (MA), Andi Tristianto Sutrisna pada Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaksanakan pada Sabtu (13/2/2016) dini hari. Saat itu, ia tertangkap tangan olek KPK sedang menerima uang suap yang diberikan oleh pengusaha Ichsan yang didampingi pengacara Ichsan Awang Lazuardi Embat yang diduga sebagai permintaan penundaan kasasi perkara yang sedang dihadapi Ichsan di Mahkamah Agung.

Apa yang telah dilakukan oleh KPK kembali memperlihatkan keseriusannya dalam memberantas korupsi di Republik Indonesia ini ditengah ancaman Revisi Undang-Undang KPK oleh DPR yang nantinya akan semakin mempersempit langkah mereka untuk mengungkap kasus-kasus korupsi di Indonesia.




Disamping itu, kasus tertangkap tangan nya pejabat MA ini tentunya menambah daftar panjang pejabat-pejabat MA yang telah berhasil diungkap oleh KPK karena terlibat dalam kasus korupsi. Berikut ini daftar nama pejabat MA yang pernah ditangkap KPK atas kasus dugaan korupsi.

Urip Tri Gunawan

Saat itu Urip yang berstatus masih aktif sebagai jaksa di Kejaksaan Agung tertangkap tangan oleh KPK saat menerima duit sebesar USD 610.000 dari Arthalita Suryani di rumah Obligor BLBI, Syamsul Nursalim sebagai upaya bantuan kasus Likuiditas Bank Indonesia yang menjerat Arthalita. Saat itu Urip divons bersalah dan dijerat dengan vonis 20 tahun penjara, sedangkan Arthalita divonis 5 tahun penjara.

Akil Mochtar




Akil Mochtar yang pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi ini adalah satu-satunya terpidana korupsi yang telah divonis dengan hukuman seumur hidup. Ia terbukti menriam suap sebesar Rp 3 miliar dari Bupati Gunung Mas dan terlibat dalam kasus pencucian uang terkait sengketa Pilkada kala itu.

Terlibatnya beberapa pejabat Mahkamah Agung ini tentunya sangat mengecewakan masyarakat Indonesia, mengingat mereka adalah Aparat Hukum yang berperan penting dalam setiap tindak pidana di Indonesia, terutama dalam mengungkap kasus korupsi.

Sebelumnya, masih hangat diperbincangkan publik ketika Jaksa Agung M Prasetyo dan Kepala Sub Bidang Penyidikan Pidana Khusus Kejagung, Yulianto yang memperkarakan SMS dari CEO MNC Group, Harry Tanoe Soedibjo kepada Yulianto yang isinya kurang lebih untuk membuktikan oknum-oknum penegak hukum yang telah menyalah gunakan jabatannya untuk menghalalkan segala cara. Dalam SMS tersebut Harry juga mengatakan kalau ia pasti akan menjadi pemimpin di Indonesia dan akan membersihkan Indonesia dari oknum-oknum penegak hukum yang telah bertindak semena-mena. Hal ini seakan-akan menegaskan bahwa masih ada oknum-oknum pejabat yang telah bertindak sewenang-wenang diatas jabatannya, bahkan sangat besar kemungkinan masih ada oknum-oknum pejabat yang masih berkeliaran bebas di Mahkamah Agung yang telah menyalahgunakan jabatannya dengan terlibat dalam kasus  korupsi.

Akankah tertangkap tangannya Kasubdit MA Andi Tristianto Sutrisna oleh KPK ini akan mengungkap semua tindak korupsi yang ada di Mahkamah Agung? Kita tunggu saja aksi dari para penyidik KPK selanjutnya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.