Miris, Seorang Santriwati Nekat Lakukan Aborsi Di Pondok Pesantren

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi
ilustrasi

Semarang, Jelasberita.com| Lantaran malu memiliki anak hasil hubungan diluar nikah, seorang santriwati asal Pusakajati, Subang, Jawa Barat berinisial NLM (20) nekat menggugurkan kandungannya di Pondok Pesantren Az Zuhri di Jalan Ketileng, Sendangmulyo, kecamatan Tembalang, yang merupakan tempat dirinya menimba ilmu.

 




Dihimpun dari Tribun news, hingga saat ini diketahui NLM tengah dirawat di RSUD Ketileng, Semarang, setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian terkait kasus praktik aborsi.

 

Awalnya, anggota Polsek Tembalang belum mengetahui adanya praktik aborsi tersebut, namun, pihak rumah sakit  mencurigai salah seorang pasiennya yang tengah dirawat lantaran obat penggugur kandungan yang digunakan untuk aborsi

 




Kapolsek Tembalang, Kompol Ibnu Bagus Santoso, menjelaskan bahwa praktik aborsi tersebut dilakukan oleh NLM pada Rabu (10/2) sekitar jam 10 malam.

 

“tersangka melakukan praktik aborsi dengan TKP di pondok pesantren tempat dimana tersangka menimba ilmu” Jelas Ibnu.

 

Sementara itu, diketahui bahwa obat aborsi yang dikonsumsi oleh tersangka untuk menggugurkan kandungan dibeli oleh kekasihnya sendiri berinisial DYA (24) yang merupakan warga Geyer, Grobogan. Obat tersebut diperolehnya melalui jual beli secara online.

 

Ibnu menambahkan bahwa tersangka yang kini tengah dirawat di RS Ketileng akibat pendarahan tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka praktik aborsi. Dan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan praktik aborsi yang dilakukan santriwati tersebut.

 

“statusnya sudah tersangka, dan akan kita usut lebih lanjut lagi.” Terang Ibnu, Pada Kamis (11/2) lalu.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.