Jakarta Masih Berpredikat Sebagai ‘Kota Termesum’ Jika Tak Berhasil Atasi Kalijodo

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Suasana beberapa cafe esek-esek di kawasan kalijodo. Foto : harianindo.com




Suasana beberapa cafe esek-esek di kawasan kalijodo. Foto : harianindo.com

Jakarta, Jelasberita.com| Kawasan Kalijodo saat ini memang butuh perhatian khusus dari Pemerintah Indonesia, khususnya bagi Pemerintah Daerah DKI Jakarta. Kawasan yang dikenal dengan hiburan malam kelas menngah kebawah bernuansa esek-esek dari cafe-cafe yang terdapat di kawasan ini kembali naik pamornya disaat kecelakaan maut yang disebabkan oleh mobil Toyota Fortuner yang menimbulkan 4 korban meninggal dunia. Sang sopir Fortuner, Riki, sebelum kecelakaan mengaku masih dibawah pengaruh minuman keras setelah singgah untuk mencari hiburan ke Kawasan Kalijodo ini dan mengadakan pesta minuman-minuman keras dengan para PSK yang terdapat disana.

Melihat peristiwa ini, sontak Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pun geram dan berniat akan menggusur kawasan yang terkenal dengan prostitusi secara terang-terangan di Jakarta ini. Ia menganggap kawasan Kalijodo ini sudah sangat mengganggu dan menimbulkan banyak masalah. Selain karena kawasan nya yang digunakan untuk praktek prostitusi, ia juga menegaskan bahwa kawasan ini merupakan kawasan hijau yang tidak boleh dibangun oleh permukiman warga.

“Kalau Kalijodo ini bukan berada dijalur hijau pasti tidak akan digusur. Dan kalau mau prostitusinya diresmiin, harus ada Perda dulu, baru saya resmikan,” geram Ahok di Kantor Balai Kota, DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (13/2/2016).

Ia juga mengatakan kalaupun penggusuran dilakukan, tidak akan begitu saja menghilangkan praktek prostitusi, mengingat praktek prostitusi ini sangat sulit diberantas dan sudah ada dari jaman dahulu.




“Bagi saya prostitusi ini sudah ada sejak jaman nabi dahulu. Jadi mustahil dong kalau misalnya kita kita suruh para PSK itu bekerja di dapur dengan gaji Rp 3 juta, sementara mereka biasanya sekali ‘dipake’ dapat Rp 200 ribu.

Rencana penggusuran yang direncanakan Ahok ini sebenarnya sudah sampai ketelinga warga di kawasan Kalijodo ini. Mendengar ini, para warga pun menyatakan akan melakukan perlawanan jika Ahok bersikeras melakukan penggusuran, bahkan mereka tidak akan segan-segan menggunakan preman untuk menghadang penggusuran.

Sementara itu, Direskrimum Polda Metro Jaya, Krishna Murti yang mendengar keputusan Ahok ini juga sangat mendukung dan bersiap untuk dipanggil kapanpun untuk melaksanakan penggusuran, mengingat sebelumnya ia juga berperan besar dalam penggusuran Kalijodo di saat pemerintahan Gubernur Sutiyoso. Kala itu, Krishna yang masih berpangkat AKP dan menjabat sebagai Kapolsek Penjaringan, Jakarta Utara bekerja sama dengan TNI, Polri dan Pemprov DKI berhasil mengusir preman yang menjadi penguasa di Kalijodo.

“Saya berada disana selama 3,5 tahun. Kami berhasil meratakan Kalijodo bersama Gubernur Sutiyoso. Preman habis, 2000 orang habis, perjudian juga habis,” ujarnya pada Jumat (12/2/2016).

“Rata-rata orang yang datang kesana hanya untuk minum-minum. Semua berasal dari kalangan menengah kebawah. Hal ini tentunya akan sangat mengkhawatirkan mengingat dampak negatif yang diberikan oleh tempat hiburan di Kalijodo ini, seperti kecelakaan Fortuner kemarin. Jadi kapanpun pak Ahok panggil kita, kita selalu siap,” tambahnya.

Namun, sekali lagi semua kebijakan ada ditangan Pemerintah Daerah yang dibawahi Gubernur Ahok untuk mengatasi masalah Kalijodo ini. Beberapa pihak mengatakan Kawasan Kalijodo ini merupakan tempat praktek prostitusi terbesar di Jakarta, mungkin juga di Indonesia. Bukan tidak mungkin, ketidak berdayaan Pemerintah Daerah dalam mengatasi Kalijodo ini akan semakin mempertahankan predikat Ibukota Republik Indonesia ini sebagai “Kota Termesum” di Indonesia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.