Banda Aceh ‘Haramkan’ Hari Kasih sayang, Valentine

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: Walikota Banda Aceh Liiza Saaduddin Djamal (tengah) bersama dengan generasi muda (BBCindonesia)
foto: Walikota Banda Aceh Liiza Saaduddin Djamal (tengah) bersama dengan generasi muda (BBCindonesia)

Banda Aceh, Jelasberita.com| Illiza Saaduddin Djamal selaku Walikota Banda Aceh memberikan himbauan kepada warganya agar tidak merayakan perayaan hari kasih sayang, atau valentine day, baik itu melalui tindakan ataupun sekedar ucapan di media sosial. hal ini dilakukan Illiza walaupun memang sejak dahulu tren perayaan valentine memang tidak ada.

 




Dilansir dari BBC Indonesia, Illiza bahkan membuat taggar ‘Valentine Bukan Untuk Kami’ yang disebarkan melalui berbagai sosial media, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, semenjak satu minggu terakhir ini. Illiza menegaskan bahwa larangan serta penolakan tersebut wajib dilakukan untuk menjaga akidah islam di tanah serambi mekah tersebut.

 

Warga Banda Aceh Sendiri mengaku bahwa memang tidak pernah ada perayaan semacam itu yang terjadi di Banda Aceh sejak tahun tahun sebelumnya. Warga Banda Aceh tidak memiliki kecenderungan untuk merayakan hal tersebut.

 




“Ini disampaikan ke generasi muda untuk menjaga akidah Islam. Islam itu agama kasih sayang dan tidak ada yang dikhususkan pada hari kasih sayang dan ini bukan budaya Islam. Jadi harus dicegah karena terkait perilaku anak muda,” Ungkap  Illiza saat ditemui rekan media.

 

Illiza mengakui bahwa tren perayaan valentine tersebut cenderung dilakukan oleh anak muda. Menurutnya perayaan dilakukan dengan caya pesta pora dan  secara tersembunya. Namun, untuk warga Banda Aceh sendiri perayaan valentine dirasakan tidak terlalu menonjol layaknya hari besar keagamaan.

 

“saya tidak melihat ada sesuatu yang mencolok tentang valentine disini (Banda Aceh), saya tahu valentine juga karna melihat TV serta Sinetron” tutur Martinus, seorang warga Banda Aceh.

 

Sementara itu, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh, Darlis Aziz juga menyatakan hal yang serupa dengan Martinus.

 

“sejauh ini menurut pantauan saya, dalam beberapa tahun terakhir tidak ada tren perayaan valentine, mungkin ada yang melakukannya secara terselubung” ungkap Darilis

 

Darlis juga menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada keluhan dari warga Banda Aceh, baik orang tua maupun generasi muda terkait perayaan valentine.

 

“jadi tanpa larangan apapun, orang sini pada hari valentine, biasa saja, tidak heboh” tambah Darlis.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.