Keterlaluan, 3.000 Siswa di Batam Tercatat Sebagai Gay!!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi pasangan sesama jenis
ilustrasi pasangan sesama jenis

Batam, Jelasberita.com| Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mencatat bahwa ada sekitar 3.000 Siswa di Kota Batam Kepulauan Riau yang memiliki penyimpangan seksual, alias menyukai sesama jenis, lelaki penyuka lelaki (LSL).

 




Seperti dilansir dari Merdeka.com, siswa yang rata-rata nya berumur di bawah 18 tahun tersebut membentuk suatu kelompok atau komunitas LSL.

 

“itu laporan yang saya terima datanya dari Badan Pemberdayaan Perempuan. Berdasarkan Data tahun 2015.” Ujar seorang anggota DPRD Kepulauan Riau, Suryani, pada Jumat (12/2).

 




Suryani juga mengatakan, dari informasi yang didapatkan, biasanya para anggota LSL tersebut secara rutin mengadakan pertemuan di sekitar Bengkong, Kecamatan Batuampar.

 

Selain pelajar, Suryani juga menilai bahwa perilaku seksual yang menyimpang seperti LSL, Lesbian, Gay, Biseksual dan Transeksual yang terdapat di kota Batam juga terjadi di beberapa kalangan pekerja industri. Khususnya bagi yang menetap di asrama-asrama pekerja.

 

“dulu saya pernah menangani kasus lesbian di kawasan Muka Kuning yang merupakan kawasan pekerja. Itu udah lama, dan sekarang mungkin makin banyak lagi. Tapi sejauh ini saya belum mendapatkan datanya.” Tambah Suryani.

 

Selain di kota Batam, tercatat juga beberapa kota lain di provinsi kepulauan riau yang banyak memiliki perilaku LSL, seperti Tanjung pinang dan Bintan. Sesuai dengan hasil survei yang dinyatakan AUSAID. Suryani mengatakan setidaknya ada sekitar 700 anak antara umur 16-20 tahun menyukai sesama jenis di Tanjung pinang dan Bintan.

 

Bahkan, menurut Suryani komunitas LSL di Tanjungpinang justru lebih terbuka kepada publik, ketimbang yang ada di Batam. Komunitas LSL asal Tanjungpinang tersebut justru memiliki media sosial sendiri, dimana anggotanya kerap kali mengekspresikan dirinya secara terbuka.

 

Suryani juga menghimbau kepada masyarakat, pemerintah, serta lingkungan keluarga agar memberikan perhatian yang lebih besar kepada anak-anak dan generasi muda agar dapat menghindari adanya perilaku menyimpang tersebut.

 

“LGBT itu menular, jadi harus diwaspadai dan diharapkan kepada seluruh pihak yang terkait agar mencegah hal ini sejak dini.” Imbuhnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.