Kerusuhan Akibat Bentrok Sesama Napi di Penjara Meksiko, 49 Napi Tewas

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Keluarga narapidana bentrok dengan polisi menuntut penjelasan kerusuhan yang terjadi di penjara meksiko. Foto : liputan6.com
Keluarga narapidana bentrok dengan polisi menuntut penjelasan kerusuhan yang terjadi di penjara meksiko. Foto : liputan6.com

Monterrey, Jelasberita.com| Kerusuhan yang disebabkan oleh para narapidana di Meksiko menimbulkan banyak korban jiwa, diantaranya 49 napi dikabarkan tewas sedangkan belasan lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini terjadi di penjara Topo Chico di Monterrey pada Kamis (11/2/2016) dini hari waktu setempat. Hal ini juga dibenarkan oleh Gubernur Negara bagian Nuevo Leon, Jaime Rodriguez.

“Kerusuhan yang terjadi di penjara Topo Chico terjadi pada Kamis dini hari tadi. Kerusuhan ini terjadi akibat bentrok yang terjadi antara para napi. Mereka menggunakan senjata tajam, tongkat dan batang untuk saling melukai lawan. Sementara ini ada 49 napi yang tewas dalam kerusuhan itu, dan belasan orang luka-luka,” kata Rodriguez.




Saat itu diketahui suasana sangat tidak terkendali. Para napi juga mencoba kabur dengan menerobos barisan polisi anti huru hara, bahkan mereka juga tidak segan-segan untuk melempari batu dan tongkat kepada polisi. Namun, karena kesigapan polisi dan para sipir penjara hingga saat ini dilaporkan tidak ada seorang pun narapidana yang berhasil kabur.

Dalam peristiwa ini para narapidana juga melakukan pembakaran terhadap sebuah gudang penyimpanan alat-alat kebersihan yang biasa digunakan para narapidana.

Diluar penjara, para keluarga napi juga memblokir jalan dan berkerumun di depan penjara untuk meminta penjelasan terkait kerusuhan yang terjadi.

“Mereka belum menjelaskan apa-apa kepada kami. Kami juga masih bingung apa keluarga kami turut menjadi korban disana,” ujar seorang ibu narapidana.




“Kami tidak diijinkan untuk masuk sampai suasana kembali aman karena situasi didalam sangat kacau. Tapi tidak seorang pun yang memberi tahu tentang kejadian apa saja yang terjadi didalam,” kata seorang keluarga napi lainnya.

Sejauh ini, Gubernur Nuevo Leon, Jamie Rodriguez mengatakan kalau kejadian ini diakibatkan oleh dua kelompok yang saling bentrok, yakni Kartel Narkoba Zetas, yang dipimpin oleh Juan Pedro Zaldivar Farias yang dikenal sebagai Z-27 dengan kelompok Kartel Narkoba Teluk yang dipimpin oleh Jorge Ivan Hernandez Cantu. Sementara itu, bagian khusus narapidana perempuan dan lansia masih tetap tenang.

“Kerusuhan ini disebabkan dua kelompok yang saling bentrok di dalam penjara, yakni Kelompok Kartel Narkoba Zetas dan Kelompok Kartel Narkoba Teluk. Tapi, penyebabnya sampai saat ini belum diketahui,” terang nya.

Insiden kerusuhan ini terjadi enam hari sebelum Paus Fransiskus dijadwalkan akan mengunjungi salah satu penjara di Meksiko yakni sebuah penjara yang terletak di Kota Utara Ciudad Juarez negara bagan Chihuahua. Penjara ini dikenal dengan kartelnya yang penuh dengan kekerasan antar kartel obat bius.

Menurut info terakhir, sedikitnya ada sekitar 40 mayat yang sudah berhasil diidentifikasi, sementara yang lainnya masih dalam proses, dan semuanya berjenis kelamin laki-laki, sedangkan pimpinan dari dua kelompok kartel tersebut diketahui hanya menderita cedera ringan saja. Sementara itu, seorang napi terpaksa ditembak oleh sipir karena melakukan perlawanan ketika ditertibkan.

Penjara Topo Choco ini memang eiketahui sebagai sebuah penjara yang penuh sesak dengan narapidananya, umumnya mereka terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Penjara ini memiliki jumlah narapidana sebanyak 4.600 narapidana, sedangkan kapasitasyang tersedia hanya 3.635 orang saja.

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.