Trend ‘Sugar Baby’, Kencan Dengan Pria Lebih Tua Melanda Mahasiswi Inggris

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto : cosmopolitan.com
foto : cosmopolitan.com

London, Jelasberita.com| Para mahasisiwi Inggris kini dikabarkan telah akrab dan sering melakukan sebuah trend yang dikenal dengan sebutan “Sugar Baby” atau kencan dengan pria yang lebih tua usianya. Trend yang muncul di Inggris baru-baru ini memang menimbulkan kritik pedas dari warga Inggris, karena konotasi negatif yang ditimbulkan darei mengencani pria-pria yang lebih tua dan pastinya lebih kaya. Namun, para mahasiswi Inggris beranggapan bahwa mereka terpaksa melakukan ini untuk membiayai kuliah mereka.

Awalnya mereka membuat janji kencan dengan sebuah situs yang khusus memepertemukan mahasisiwi dengan pria-pria kaya yang umumnya berusia lebih tua, bahkan ada yang seumuran dengan orangtua mereka sendiri. Situs ini memang sengaja dibuat bagi mahasiswi-mahasiswi yang tengah menempuh kuliah. Hal ini dapat dilihat dari pendaftaran keanggotaan ketika akan memasuki situs tersebut, mereka diwajibkan menunjukkan kartu bukti bahwa mereka masih berstatus sebagai mahasiswa di perguruan tinggi.




Para mahasiswi ini mengaku situs ini sangat membantu mereka dalam menyelesaikan uang kuliah terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Mereka juga mengakui, pria-pria tua kaya tersebut tidak hanya membiayai uang kuliah mereka, tapi biaya kehidupan, pakaian,liburan juga sering diberikan pria-pria ini usai berkencan.

Seperti yang dilansir¬†Dailymail,¬†seorang mahasiswi dari perguruan tinggi ternama di Inggris mengaku senang melakukan kencan dengan pria-pria lebih tua dan kaya ini, karena semua biaya kehidupan dan kuliahnya dapat terpenuhi selama ia menjadi anggota “Sugar Baby”.

“Aku sangat senang berkencan dengan pria-pria ini. Aku bekerja selama 4 hari dalam seminggu, sementara kuliah 5 hari, bahkan aku juga pernah berkencan dengan dua pria sekaligus yang berusia 47 dan 32 tahun. Kami memang tidak kenal satu sama lain, tapi saya senang melakukan ini, karena pria-pria ini selalu membelikanku barang kapanpun aku butuh, seperti baju baru, sepatu, dan buku-buku kuliah. Tak hanya itu saja, mereka juga memberiku uang bulanan 800 sampai 1000 poundsterling (sekitar Rp 15-19 juta),” jelas Ali.

Dia juga mengakui bahwa persepsi masyarakat terhadap Sugar Baby selama ini salah. Pria-pria kaya yang dikencaninya tersebut tidak pernah sekalipun meminta untuk berhubungan badan. Dan kalaupun ada yang seperti itu, dia selalu menolaknya dengan alasan tidak ingin disamakan dengan PSK.




“Di situs sangat jelas kelihatan profil diriku. Disana aku menulis tidak mengijinkan hubungan intim dalam bentuk apapun, karena menurutku itu sama saja seperti PSK,”ujarnya.

“Kebanyakan dari mereka juga hanya meminta untuk diremani kencan, baik menonton film, makan di trestoran, belanja ke Mall, atau pergi ke gym. Memang sangat aneh bagaimana bisa rela mengeluarkan biaya yang besar hanya untuk ditemani kencan, tapi itulah fakta yang terjadi. Mereka sering bercerita menjadi kesepian setelah istri meninggal atau sudah bercerai. Mereka tidak menginginkan untuk menikah lagi, melainkan hanya butuh untuk ditemani saja,” jelasnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Clover Pitilla. Mahasisiwi Kedokteran berusia 19 tahun ini tidak merasa malu dengan sebutan “Sugar Baby” yang melekat pada dirinya, karena dia tidak merasa telah melakukan sesuatu yang berhubungan dengan prostitusi terselubung, dan selama ini pria yang dikencaninya tidak ada yang memaksanya untuk berhubungan intim, karena kebanyakan dari mereka telah lemah secara fisik. Ia juga mengakui bahwa selama menjadi anggota “Sugar Baby” ia telah mengencani sebanyak 11 pria yang lebih tua darinya.

“Tidak masalah saya dicap sebagai Sugar Baby. Menurut saya yang saya lakukan ini wajar-wajar saja, saya juga tidak pernah berhubungan badan dengan mereka. Dari 11 pria yang sudah saya kencani, tidak ada yang memaksa saya untuk berhubungan badan, karena rata-rata usia mereka sudah sangat lemah dalam fisik,” ungkapnya sambil tertawa.

“Ketika mereka merasa puas karena ditemani, maka mereka juga tidak segan memberikan materi kepada kita, seperti uang, perhiasan, pakaian ber merek, tas-tas ber branded, dan lainnya,” tutup nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.