Penyidik Terbaik KPK Ditawari Masuk Perusahaan BUMN Sebagai Barter Kasus

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto : jpnn.com
foto : jpnn.com

Jakarta, Jelasberita.com| Nama Novel Baswedan, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  memang selama ini menjadi sorotan publik. Namanya juga semakin mencuat ketika aksi beraninya yang mengungkap kasus korupsi simulator SIM di institusi tempatnya bekerja terdahulu sebelum menjadi penyidik KPK yang menyeret nama Jenderal Bintang Dua, irjen Djoko Susilo yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Akpol. Banyak pihak memuji ketegasan dan keberaniannya yang mengacak-acak gedung Korps Lalu Lintas Polri (Korlantas), Cawang, Jakarta Selatan beberapa tahun yang lalu. Namun, disamping aksi keberaniannya tersebut, ia juga menjadi sosok yang paling banyak dikritik dari para Aparat Keamanan Republik Indonesia hingga membuat kisruh antara KPK dan Polri saat itu, karena menganggap tindakannya tersebut telah melanggar hukum.

Sikap berani, tegas, dan jujur dalam mengungkap setiap tindak korupsi di Indonesia tersebut sempat menjadikannya sebagai salah satu penyidik terbaik KPK. Namanya juga sering digadang-gadang akan menggantikan posisi pimpinan KPK saat itu karena dedikasi tingginya tersebut.




Disamping kinerjanya sebagai penyidik KPK, Novel kini harus menghadapi suasana yang sangat menyulitkan dirinya. Ia harus rela menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan terhadap pelaku pencurian sarang burung walet di Bengkulu pada 2004 yang silam ketika ia masih menjabat sebagai Kasat Reskrim Kepolisian Resor Kota Bengkulu. Persidangan terhadap dirinya sendiri akan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari mendatang di Bengkulu, dan mau tidak mau ia terpaksa harus menerima hukuan pidana yang telah menantinya kini.

Usut punya usut, Novel pun kini tengah terancam akan didepak jabatannya yang masih berstatus sebagai penyidik KPK karena terlibat kasus penganiayaan ini. Namun, seperti yang diakui Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati, KPK tidak akan begitu saja mengeluarkan setiap anggotanya, semua harus mengikuti ketentuan yang berlaku

“KPK juga akan mengikuti peraturan yang berlaku dalam menghentikan pegawainya. Jadi, tidak begitu saja diberhentikan, minimal harus ada pelanggaran etik atau pelanggaran pegawai,” ujar Yuyu, dikantornya, Selasa (9/2/2016).

Selain isu Novel akan dicopot dari jabatannya, Yuyuk juga mengatakan Novel mendapat tawaran untuk masuk kesalah satu perusahaan BUMN di Indonesia. Namun terkait perusahaan BUMN apa yang menawarinya tersebut, Yuyuk enggan berkomentar.




“Memang ada penawaran dari perusahaan BUMN kepadanya, tapi Novel juga sudah menyatakan penolakannya terhadap tawaran itu,”kata Yuyuk.

Ditemui ditempat terpisah, Ketua KPK Agus Rahardjo juga membenarkan perihal tawaran Novel ke peusahaan BUMN tersebut. Namun dia juga mengatakan kalau tenaga Novel masih sangat dibutuhkan untuk memerangi korupsi yang ada di Indonesia ini, walaupun tidak berstatus sebagai anggota KPK lagi.

“Novel tetap akan berperan untuk memberantas korupsi di Republik Indonesia ini, tapi bukan di KPK, melainkan di tempat lain,” kata Agus.

Hal senada juga diungkapkan Wakil KPK, Saut Situmorang, dia mengungkapkan bahwa saat ini Novel akan dibebaskan untuk memilih tempat dimana ia akan melanjutkan tugasnya sebagai pemberantas Korupsi, karena memiliki berbagai pertimbangan mengingat kinerjanya selama ini sebagai orang yang berperan aktif di KPK.

“Dia sosok yang memiliki keahlian, karakter dan integritas yang tentunya akan sangat kita butuhkan untuk memberantas segala tindak korupsi di tempat lain. Untuk itu, kami memberikannya kebebasan untuk memilih tempat sesuai dengan bidangnya,” ujar Saut.

Terkait kasus penganiayaan yang menimpa Novel beberapa tahun belakangan ini, perpindahannya dan tawaran dari perusahaan BUMN adalah sebagai barter dengan kasus yang dihadapinya saat ini. Upaya ini juga bertujuan agar kasusnya tidak dilanjutkan dan ia terbebas dari hukum pidana.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.