Kisah Riki Si Pengendara Fortuner ‘Maut’ dan Kawasan ‘Esek-Esek’ Kalijodo

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Riki si pengendara maut Fortuner menyesal telah pergi ke kawasan Kalijodo
Riki si pengendara maut Fortuner menyesal telah pergi ke kawasan Kalijodo

Jakarta, Jelasberita.com| Kecelakaan maut yang disebabkan oleh mobil Toyota Fortuner ber plat nomor B 201 RFD di Jalan Daan Mogot KM 15 Kalideres, Jakarta Barat memang sangat mengejutkan banyak pihak. Bukan hanya karena peristiwa yang mengenaskan ini terjadi ditengah kemeriahan Tahun Baru Imlek, tapi juga karena telah menyebabkan empat orang (2 orang pengendara motor dan 2 orang penumpang Fortuner) meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka-luka.

Riki yang menjadi sutradara di balik kemudi Fortuner maut itu diketahui mengemudi kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan dalam keadaan mabuk berat kini terpaksa ditahan oleh Satantas Kalideres, Jakarta Barat karena telah menimbulkan korban jiwa akibat kelalaiannya.




Pria yang berstatus sebagai mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta ini diketahui menyesali perbuatannya ini. Ia mengaku kelalaiannya mengendarai Fortuner maut di bawah pengaruh minuman keras adalah karena sebelumnya telah pergi ke tempat hiburan malam di kawasan Kalijodo. Disana, dengan ditemani beberapa wanita penghibur ia dan teman-temannya berpesata pora dengan menenggak minuman beralkhohol, bahkan Riki sendiri mengaku telah meminum minuman beralkhohol sebanyak 10 gelas hingga dirinya kehilangan kontrol. Hal ini juga dapat terlihat jelas dari omongan yang dilantunkan pria ini ketika diwawancarai usai peristiwa ini terjadi.

“Coba seandainya saya tidak pergin ketempat itu dan tidak meminum minuman keras, pasti semua ini tidak terjadi,” ujarnya di dalam jeruji besi.

Kini Riki pun dikenai pasal 310 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Lalu, apa itu kawasan Kalijodo?




kawasan esek-esek kalijodo. Foto : detik.com
kawasan esek-esek kalijodo. Foto : detik.com

Kalijodo kembali lagi mencuat kepermukaan karena peristiwa ini. Kawasan ini memang dikenal dengan berbagai Cafe-cafe ‘Esek-esek’ nya yang menawarkan layanan plus-plus dari para Pekerja Seks Komersial (PSK) kepada pelanggannya.

Sungguh tidak mengherankan lagi apabila mendatangi kawasan ini ada banyak perempuan-perempuan yang menyapa dengan menawarkan servis seks singkat atau yang dikenal dengan istilah ‘short time’. Cafe-cafe ‘esek-esek’ yang berada di Kalijodo ini memang selalu ramai dari pukul 19.00 WIB hingga 04.00 WIB. Namun, bagi anak dibawah umur sangat dilarang keras untuk memasuki Cafe-cafe di Kalijodo ini. Dan apabila diketahui ada anak dibawah umur yang masuk kedalam cafe, maka petugas keamanan Cafe tidak akan segan-segan mengusirnya secara paksa.

Kawasan Kalijodo ini tadinya sempat telah digusur oleh Pemda setempat di lokasi yang lama, namun kini telah beroperasi kembali di lokasi baru. Belum diketahui alasan pemerintah sampai sekarang seakan menutup mata akan keberadaan kawasan ini. Tapi, ketika menjumpai seorang warga di sekitar kawasan ia mengungkapkan alasan yang sangat mengejutkan tentang perihal masih bertahannya kawasan ini hingga sekarang.

Menurut seorang warga yang tidak ingin diketahui namanya tersebut, ada peran pemerintah yang telah sengaja mempertahankan kawasan ini. Selain itu, ia juga mengatakan ada peran pengusaha dan pejabat yang berkuasa penuh atas tempat ini.

“Cafe-cafe disini rata-rata punya pemerintah, pejabat, ada juga pengusaha, makanya bisa berdiri hingga sekarang,” ujarnya.

“Banyak Cafe-cafe disini yang menawarkan karaokean lagu dangdut, nanti juga dipandu sama pemandu lagunya. Kalau mas mau layanan plus-plus cewek-cewek disitu juga bisa dinego, biasanya mereka nawarin dari tarif Rp 150 ribu,” tambahnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan keresahannya sebagai warga di kawasan ini karena merasa sudah sangat terganggu akan keberadaan Cafe-cafe di Kalijodo ini. Warga sekitar juga mengharapkan agar segera bertindak tegas dengan Cafe-cafe yang berada di kawasan Kalijodo ini.

“Cafe disini sudah sangat mengganggu mas, warga disini juga banyak yang mengeluh karena Cafe-cafe plus plus ini,. Saya harap pemerintah lebih tegas lagi terhadap kawasan ini,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.