Masjid Nando, Masjid Buatan Jin Tampak Kokoh Berdiri di Afrika Barat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Mesjid Nando berdiri kokoh di Desa Nando, Mali, Afrika Barat. Foto : kabarmakkah.com
Mesjid Nando berdiri kokoh di Desa Nando, Mali, Afrika Barat. Foto : kabarmakkah.com

Mali, Jelasberita.com| Jangan heran jika Anda berkunjung ketempat ini dan menemukan sebuah bangunan yang terbuat dari lumpur dengan desaign bangunan yang sangat indah berdiri kokoh di sebuah desa kecil bernama Desa Nando, Mali, Afrika Barat. Bangunan ini bukan merupakan kediaman ataupun istana para petinggi-petinggi adat di Desa tersebut, melainkan Masjid yang diberi nama Masjid Nando oleh masayarakat setempat.

Menurut cerita yang beredar di masyarakat Desa Nando, konon masjid yang unik ini dibangun oleh bangsa jin. Hal ini diperkuat dengan struktur bangunan masjid yang sangat aneh dan bahan bangunan dari lumpur yang tidak lazim seperti bangunan pada umumnya. Tak hanya itu saja, nuansa mistis juga sangat kental di masjid ini ketika kita mulai memasuki setiap ruangan yang terdapat didalam masjid.




Masjid Nando yang diperkirakan dibangun pada abad ke-12 Masehi ini juga memiliki keunikan tersendiri yang membedakannya dari masjid-masjid di dunia, yaitu tidak memiliki kubah pada atap bangunannya. Namun, unsur Islam masih sangat terlihat jelas di bangunan ini, dengan masih dijumpainya tulisan kaligrafi Arab yang juga terbuat dari lumpur pada tiap sisi bangunan.

Jika dilihat sekilas, bangunan yang memiliki bagian runcing pada bagian atas bangunan, terlihat seperti sebuah benteng pertahanan yang umumnya digunakan sebagai pelindung disaat masa-masa peperangan. Masyarakat setempat juga sempat mengira bangunan ini merupakan benteng pertahanan yang dibangun oleh Raja-raja terdahulu di Desa ini. Namun, tidak adanya sejarah kerajaan yang pernah memimpin Desa ini, tidak menguatkan anggapan tersebut.

Satu hal yang juga terlihat sangat aneh pada bangunan ini adalah, terdapatnya bekas tapak kaki raksasa disalah satu sisi bagian masjid. Masyarakat setempat sangat yakin bahwa bekas tapak besar ini merupakan tapak dari salah satu jin yang memiliki badan besar, bahkan lebih besar dari bangunan masjid ini.

Keberadaan masjid Nando ini tidak terlepas dari pengaruh dan masuknya Islam ke Afrika Barat pada abad IX Masehi. Pada saat itu, dibawa oleh pedagang Muslim dari suku Tuareg dan Berber. Keduanya merupakan suku Nomad yang suka mengembara di gurun Sahara Selatan dan Sahel Utara.




Saat ini, bangunan masjid ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan asing dan menjadi salah satu tempat wisata yang unik di Desa Nando, karena memiliki daya tarik tersendiri dari struktur bangunan. Namun, masyarakat setempat diketahui tidak hanya menjadikan masjid ini sebagai tempat wisata yang dapat diandalkan, tapi juga menjadikannya sebagai tempat ibadah bagi warga pemeluk agama Islam di Afrika Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.