Jusuf Kalla : Pabrik Panasonic dan Toshiba Tutup, Demo Buruh Jadi Penyebab Utamanya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Jusuf Kalla ketika menanggapi tutupnya pabrok Toshiba dan panasonic di Indnesia, sumber : beol.com
Jusuf Kalla ketika menanggapi tutupnya pabrok Toshiba dan panasonic di Indnesia, sumber : beol.com

Jakarta, Jelasberita.com| Terkait kabar yang menyatakan dua perusahaan elektronik milik Jepang PT Panasonic dan Toshiba di Indonesia, Wakil Presiden Jususf Kalla memberikan keterangan tentang faktor-faktor penyebab ‘gulung tikarnya’ Perusahaan ternama Jepang tersebut.

Jusuf Kalla menjelaskan, bahwa saat ini karena berkurangnya minat masyarakat dalam membeli produk-produk buatan negara Kincir Angin tersebut, yang memang dikenal memiliki nilai harga yang sangat tinggi. Hal ini menyebabkan masyarakat Indonesia mulai beralih ke produk-produk buatan China dan menyebabkan Perusahaan Jepang tersebut kalah saing dengan produk China.




“Setelah menemui pihak Manajemen Panasonic dan Toshiba, mereka memberitahukan kepada saya ada beberapa faktor utama yang menyebabkan tutupnya beberapa pabrik Panasonic dan Toshiba di Indonesia, salah satunya adalah karena berkurangnya minat beli koonsumen terhadap produk-produk buatan Jepang, sehingga mereka kalah saing dengan produk-produk buatan China,” ujar Jusuf Kalla, pada Jumat (5/2/2015).

Selain itu, Jusuf Kalla juga beranggapan bahwa gejolak yang terjadi di Indonesia menjadi penyebab utama kekhawatiran para Investor asing untuk membuka perusahaan di Indonesia, salah satunya adalah meningkatnya demo buruh yang terjadi di Indoesia yang kadang terlihat sangat mencemaskan.

“Bukan itu saja, saya kira para Investor Asing memiliki kekhawatiran ketika akan membuka perusahaan di Indonesia. Tingginya gejolak yang terjadi di masyarakat Indonesia, seperti demo buruh yang sering terjadi menjadi penyebab utamanya. Jadi saya pikir kedepannya masyarakat Indonesia harus lebih bijak dalam memilih tindakan selanjutnya ketika terjadi perselisihan antara perusahaan dan para buruh,” terang Jusuf Kalla.

Seperti diketahui, selama 10 tahun terakhir ada sebanyak 5 pabrik Toshiba yang telah ditutup. Perusahaan ini hanya menyisakan satu pabrik lagi di Indonesia, yaitu Pabrik Printer di Batam. Namun perusahaan ini juga memproduksi produk buatannya dalam skala yang kecil, karena semakin turunnya penjualan produk-produk mereka. Rencananya penutupan seluruh Pabrik Toshiba akan di laksanakan pada April 2016 ini, dan saat ini perusahaan sedang melakukan negosiasi dengan para pekerjanya yang terancam PHK terkait pesangaon.




Sedangkan untuk pabrik Panasonic, ada dua pabrik yang akan ditutup, yakni Panasonic Loghting di pasuruan,Jawa Timur,dan Pabrik Panasonic yang treletak di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP), Cikarang, Bekasi. Saat ini hanya tersisa tiga pabrik yang masih beroperasi di Indonesia, yaitu Panasonic Manufacturing Indonesia, Panasonic Energy Indonesia yang memproduksi baterai, dan Panasonic Healthcare yang memproduksi alat-alat kesehatan.

Penutupan dua perusahaan asal Jepang ini berdampak buruk terhadap para pekerjanya. Ada sekitar 2500 pekerja yang terancam di PHK.

Leave a Reply

Your email address will not be published.