Empat Kali Mangkir, Akhirnya Setya Novanto Datang ke Kejaksaan Agung

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto : radronline.co.id




foto : radronline.co.id

Jakarta, Jelasberita.com| Politisi Partai Golkar sekaligu mantan Ketua DPR RI, Setya Novanto akhirnya mendatangi Kejaksaan Agung pada Kamis (4/2/2016). Setelah sempat mangkir selama empat kali, akhirnya ia bersedia datang memenuhi panggilan Kejaksaan Agung untuk diperiksa.

Setya Novanto mengakui bahwa selama ini dia mangkir dari panggilan Kejaksaan Agung karena tengah mengalami sakit psikologis. Bahkan terakhir ia mengaku masih belum kuat untuk datang memenuhi panggilan Kejagung, sehingga meminta waktu selama dua minggu. Namun, pada Rabu (3/2/2016) kemarin Setya Novanto berhasil meyakinkan Kejagung untuk bersedia menyanggupi pemanggilan Kejagung pada hari ini karena merasa kondisinya telah lebih baik.

“Sebenarnya dia minta waktu selama dua minggu untuk datang ke Kejaksaan Agung. Tapi kemarin dia bersedia memenuhi panggilan Kejaksaan Agung. Di ruang pemeriksaan saya liat kondisinya sangat baik. Ia tidak didampingi kuasa hukumnya selama berada di dalam ruangan, tapi mereka menunggu di luar,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidmus) Kejagung Arminsyah, Kamis (4/2/2016).

Menurut Arminsyah pemeriksaan terhadap Setya Novanto tidak hanya hari ini saja dilakukan. Di hari-hari berikutnya juga akan dilakukan pemeriksaan lainnya terhadap Setya Novanto, mengingat begitu banyaknya pemeriksaan yang akan dilakukan sehingga tidak cukup hanya satu hari saja dilakukan.




“Mungkin hari ini tidak akan selesai pemeriksaan terhadap beliau. tampaknya akan ada pemeriksaan lanjutan. Yang jelas, Pak Setya Novanto besedia memberikan waktunya pada hari ini untuk memberi keterangan,” kata Arminsyah.

“Jadi kita sangat berterima kasih kepada Pak Setya Novanto, karena kita tidak perlu menunggu hingga minggu depan untuk melakukan pemeriksaan ini,” tambahnya.

Setya Novanto diduga terlibat dalam pemufakatan jahat yang dilakukan bersama pengusaha Riza Chalid dan Ma’roef pada 8 Juni 2015 di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.

Sebelumnya, Kejagung juga telah melakukan pemeriksaan kepada eks Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia Ma’roef Sjamsoeddin, Menteri ESDM Soedirman Said, Deputi I Kantor Staf Presiden Darmawan Prasojo, Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti Swasanani, dan sekretaris pribadi Setya Novanto yang bernama Medina.

Tanpa diketahui pihak media, Setya Novanto diketahui tiba di Kejaksaan Agung sejak pukul 08.00 WIB. Hingga saat ini Setya Novanto masih diperiksa oleh penyidik Jampidsus Kejagung.

Leave a Reply

Your email address will not be published.