Ayah Mirna Beberkan Kronologis Kematian Mirna dan Rekaman CCTV Di Muka Umum

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




 

foto : wartakota.tribunnews.com
foto : wartakota.tribunnews.com

Jakarta, Jelasberita.com| Ayah Mirna Salihin, Dermawan Salihin secara terang-terangan membeberkan sebagian rekaman CCTV yang sangat memperlihatkan jelas bahwa Jessica Kumala Wongso (27) adalah tersangka dalam kasus pembunuhan Mirna. Hal ini ia ungkapkan pada saat ia berada di dalam acara salah satu stasiun TV swasta yang memepertemukan para pakar hukum, pengacara-pengacara kondang, pengamat kriminal, dan kepolisian yang bernama ILK (Indonesian Lawyers Club), Selasa (2/2/2016).




Setelah melalui perbincangan yang cukup melebar dari para pengacara, pengamat kriminal, dan pakar hukum tentang kasus tewasnya Mirna Salihin (27) usai menyeruput es kopi Vietnam yang didalamnya terkandung zat asam sianida, akhirnya secara tegas Dermawan Salihin pun angkat bicara tentang kronologis kematian anaknya saat itu berdasarkan rekaman CCTV yang masih bersifat rahasia hingga saat ini. Namun, ia tidak membeberkan seluruh isi rekaman tersebut dimuka umum, ia masih menyimpan sebagian rekaman utama yang akan menjadi bukti kuat didalam persidangan nanti.

Dalam kesempatan itu, Dermawan menerangkan awal perkenalan Mirna dan Jessica itu di Australia sewaktu mereka kuliah dahulu. Namun, Jessica kemudian menghilang secara misterius selama 8 tahun bersama pacarnya yang merupakan Warga Negara Asing (WNA).

“Mirna dan Jessica itu berteman waktu mereka dulu kuliah dikampus yang sama di Australia, namun si Jessica ini tiba-tiba menghilang gitu aja kayak ditelan bumi selama 8 tahun dengan pacarnya yang bule itu. Semua nomor telepon, BBM, WA, hilang begitu saja dari kontak teman-temannya ,” kata Dermawan.

“Tapi pada tanggal 5 Januari 2015, si Jessica tiba-tiba balik ke Indonesia. Setibanya di Indonesia Jessica langsung tu cari tau keberadaan anak saya Mirna, ia minta no HP, BBM, WA, ke teman-temannya hanya untuk berusaha menghubungi anak saya,” terang Dermawan.




“Mirna pun otomatis kaget kan waktu tiba-tiba saja Jessica ngehubungi dia, karena selama ini Jessica tiba-tibga menghilang gitu aja selama 8 tahun. Si Jessica berkali-kali mengajak Mirna buat ketemuan. Si Mirna sebenarnya ada perasaan takut untuk ketemuan dengan Jessica, karea dia sendiri mengatakan klau Jessica itu agak aneh orangnya. Ini dia ceritakan sama si Arief, suaminya. Namun, karena merasa nggak enak berkali-kali diajak ketemuan akhirnya mereka pun buat janjian ngopi di Olivier Cafe dengan si Hani,” ujar Dermawan.

Mirna yang sempat merasa takut, kemudian ia meminta untuk diantar suaminya sendiri menuju ke cafe tersebut. Namun seteah mengantar nya, dan Mirna bertemu dengan sahabatnya Hani, suaminya pun langsung pulang dengan mobilnya.

“Mirna kesana dianter si Arief, suaminya, tapi Arief gk ikut bersama mereka. Dia titip Mirna ke si Hani untuk ketemu sama si Jessica yang udah nunggu di dalam Cafe,” kata Dermawan.

“Si Mirna sempat tu gak mau masuk ke dalam Cafe karena ragu juga untuk ketemu dengan Jessica. Tapi karena dibujuk Hani dan merasa enggak enak dengan Jessica yang udah buat janji, Mirna pun akhirnya mau ketemu dengan Jessica. Dari sinilah awal kejadian si Mirna mati,” tegas Dermawan.

Tak hanya itu, Dermawan pun akhirnya membeberkan secara rinci rekaman CCTV di Cafe Olivier tersebut untuk tidak membuat banyak pihak berspekulasi atas kejadian ini.

“Jadi gini pak pengacara, penagamat, pakar hukum, sebenarnya masalah ini simpel, cuma saya bingung kenapa semua orang jadi membawa peristiwa ini kemana-mana. Ini bisa langsung dipastikan pak kalau anak saya dibunuh dan siapa tersangkanya kalau diliat dari rekaman CCTV yang telah saya liat di Cafe itu,”tegas Dermawan.

“Awalnya naluri ayah saya yang berkata kalau Mirna udah mati gak wajar. Dari situ saya langsung cari tahu siapa pemilik Cafe Olivier itu, dan siapa pembuat es kopi Vietnam itu. Lalu setelah bertemu dengan pemilik Cafe dan si pembuat kopi gak ada yang aneh pak, semua biasa-biasa ja, kopinya juga gak ada masalah,”ujar Dermawan.

“Lalu karena penasaran saya tanya tu ke pemilik Cafe, di Cafe itu ada CCTV nya gak. Si pemilik Cafe bilang’ iya ada’, kemudian saya diperlihatkan seluruh isi rekaman CCTV yang ada di Cafe itu pak, dan sungguh sangat menakjubkan ketika melihatnya pak,” terang Dermawan dengan nada sedih.

“Dari CCTV si Jessica keliatan datang duluan ke Cafe itu pak. Sampai didalam Cafe si Jessica gak langsung mencari tempat untuk mereka ngopi pak. Tapi dia keliatan seperti mengobservasi tempat dulu pak, matanya selalu celingak celinguk melihat keatas seakan mencari posisi yang agak jauh dari jangkauan CCTV. Lalu, karyawan Cafe datang dan menanyakan Jessica mau pesan tempat yang dimana. Distu dia lama menjawabnya pak, sambil sekali lagi melihat keatas dia akhirnya pilih tempat yang agak pojok yang ketutupan pohon dan lumayan tidak terjangkau CCTV pak,” terang Dermawan.

“Kemudian dia datengi tu pak tempat duduk itu, tapi anehnya dia letakkin paper bag belanjaan dia pak diatas meja sesuai seakan menyesuaikan jumlah kopi yang nanti mereka pesan. Padahal kan bisa aja di letakin tu paper bag di kursi yang lebih lapang, tapi ini kenapa di meja diletakin satu satu lagi,” kata Dermawan.

“Gak hanya sampai disitu saja pak dia juga berdiri lagi sebentar sambil melihat kearah atas letak CCTV yang terdekat dari tempat duduk itu, seakan-akan mau pastiin CCTV gak bisa menjangkau jelas kejadian nanti. Habis tu dia langsung pesan minuman pak ke karyawan Cafe, tapi anehnya setelah pesan dia juga langsung bayar tu, gak tau apa maksudnya,’ ujar Dermawan.

“Setelah itu dia bawa tu kopi ke tempat duduk yang udah dipesan tadi, lalu Mirna dan hani datang nyamperi dia di Cafe itu pak. Kemudian seakan sudah direncanain, si Mirna langsung duduk diposisi yang seakan sudah diatur Jessica. Nah disinilah pak inti dari rekaman ini selanjutnya,” tambah Dermawan.

“Dari CCTV kelihatan sangat jelas pak, si Jessica itu seperti mengambil sesuatu dari kantong celananya. Dan secara cepat dia seperti memasukkan sesuatu ke kopi Mirna dari benda yang diambil dari celananya tadi lalu mengaduknya dengan tangan. Tapi benda apa itu, gak kelihatan jelas pak karena posisinya ketutupan dengan paper bag yang tadi dia letakin di atas meja. Semua berlangsung sangat cepat pak, seperti sudah profesional dia itu,” terang Dermawan.

“Gak berapa lama, si Mirna langsung menyeruput kopi nya pak, tapi sekali seruput dia langsung ngomong ‘Ih minuman apa ini, it’s so bad’, lalu dia suruh tu si Hani buat nyicipinya. Si Hani yang katanya ikut meminum kopi itu pak sebenarnya gak sepenuhnya dia minum, dia baru mau menyeruput, dan baru sampai dilidah, si Mirna udah kejang-kejang pak. Karena kaget dia lepasin tu minuman, langsung dia samperin Mirna sambil teriak-teriak ke karyawan Cafe,” ujar Dermawan.

“Tapi ada lagi yang paling aneh ini pak, waktu si Hani sama karyawan Cafe mencoba memberi pertolongan ke Mirna, si Jessica malah tampak seperti menggaruk-garuk jari tangannya seperti merasa ada sesuatu yang membuat jarinya gatal pak. Dan saya yakin seratus persen, itu disebabkan dari barang yang dia bawa di kantong celananya tadi pak, pasti itu sianida. Makanya saya gak yakin kalau pembantunya yang menyarankan Jessica untuk buang tu celana, pasti dia yang udah buru-buru suruh buang tu celana, karena pasti ada sesuatu yang mencurigakan di celanya itu,” tutup Dermawan.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.