Tak Terima Penetapan Tersangka Kepada Jessica, Kuasa Hukum Balik Serang Krishna Murti Cs

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





Krishna Murti ungkap status Jessica sebagai tersangka, sumber : liputan6.com
Krishna Murti ungkap status Jessica sebagai tersangka, sumber : liputan6.com

Jakarta, Jelasberita.com| Tahap demi tahap yang telah dilalui Polda Metro Jaya dalam mengungkap kasus kematian Mirna Salihin (27) usai meminum es kopi Vietnam di Olivier Cafe dinilai sudah sangat maksimal. Kerja keras selama ini yang dilakukan pihak penyidik saat ini pun telah membuahkan hasil dengan menetapkan Jessica Kumala Wongso (27) yang merupakan teman Mirna sebagai tersangka. Penetapan ini berujung dengan penangkapan Jessica di Hotel Neo, Mangga Duo Square pada Sabtu (30/1/2016) sekitar 07.45 WIB. Penangkapan ini juga telah disaksikan oleh kedua orangtua Jessica dan tanpa melakukan perlawanan.

Berdasaran keterangan Direskrimum Pol Krishna Murti, Jessica secara resmi ditahan karena selama pemeriksaan yang cukup lama, ia diketahui teah memberikan keterangan yang berbeda-beda ketika ditetapkan sebagai saksi hingga kini diteteapkan sebagai tersangka. Bahkan, beberapa fakta di TKP dan alat bukti yang telah diperoleh polisi tidak sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh Jessica. Inilah alasan kuat pihak kepolisian untuk melakukan penahanan terhadap dirinya.




Namun, dengan penetapan Jessica sebagai tersangka dalam kasus ini, Yayat Supriatna yang merupakan Kuasa Hukum Jessica sekaligus perwakilan keluarga Jessica enggan untuk meminta maaf kepada keluarga Mirna. Mereka sangat yakin kalau Jesssica tidak bersalah dan tidak perlu untuk meminta maaf.

“Jessica tidak pernah mengakui bahwa dirinya adalah pelakunya. Jadi, buat apa kami minta maaf, kalau memang kenyataannya tidak bersalah,” kata Yayat Supriatna di Gedung Direktorat Resserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Senin (01/02/2016).

Merasa tak terima Jessica divonis sebagai tersangka, para Kuasa Hukum Jessica melalui Yudi Wibowo pun menyerang balik pihak Krishna Murti cs yang telah melakukan penahanan kepada kliennya. Berikut ini beberapa poin yang menurut Kuasa Hukum Jessica dapat memojokkan pihak Kepolisian.

Krishna Murti Memaksa Jessica Untuk Mengaku




Menurut Kuasa Hukum Jessica, Yudi Wibowo, saat itu kliennya merasa tertekan akibat pemaksaan yang dilakukan Krishna untuk mengaku sebagai pembunuh Mirna.

“Jessica dibawa keruang kerja Krishna, terus dia disuruh ngaku, ada saksinya juga,” kata Yudi.

Bahkan Krishna juga sempat mengiming-imingi Jessica akan diberi keringanan hukuman bila mengakui ia sebagai pelaku yang memberi racun pada es kopi vietnam yang menyebabkan kematian Mirna.

“Kalau kamu ngaku hukumannya ringan, tapi kalau tidak kamu akan dihukum 20 tahun penjara bahkan sampai hukuman mati. Begitu katanya,” ungkap Yudi.

Krihna Murti Telah Suudzon Dengan Menuduh Terus

Kuasa Hukum Jessica, yudi Wibowo menganggap Krihna telah suudzon karena telah menuduh kliennya tersebut sebagai tersangka.

“Tak ada satupun barang bukti yang dapat menetapkan Jessica sebagai tersangka. Lantas buat apa polisi menggunakan azas praduga tak bersalah saat menangani klien kami, kalau dituduh terus oleh Krishna. Ini kan berarti dia sudah suudzon kepada Jessica,” kata Yudi.

Bukti Polisi Semuanya Palsu Dan Hanya Rekaan

Kuasa Hukum Jessica, yudi Wibowo mengatakan bahwa bukti yang telah dipegang oleh pihak kepolisian untuk menahan Jessica semuanya palsu dan hanya rekaan belaka. Karena, tidak ada satu orang pun yang dapat membuktikan bahwa kliennya yang telah menaruh racun sianida ke kopi Mirna.

“Bukti-bukti itu rekaan semua. Apa ada yang melihat langsung Jessica yang menaruh sianida ke kopi Mirna? Apa itu bisa mengungkap semua,” ujar Yudi.

Ia juga menatang pihak kepolisian untuk memutar rekaman CCTV dimuka umum, kalau memang rekaman itu dapat membuktikan Jessica sebagai tersangkanya.

“Kalau memang berani, buka dong dimuka umum. Tadi enggak ada diperlihatkan CCTV nya, dan enggak tahu apa alasannya,” tantang Yudi.

Jessica Ditahan, Polisi Langgar KUHP

Kuasa Hukum Jessica, Yudi Wibowo juga merasa ada yang aneh karena pihak kepolisian telah melakukan pelanggaran atas penahanan terhadap kliennya. Bahkan, menurutnya hingga saat ini kepolisian juga belum berani memberikan salinan Berita Acara Pemerksaan (BAP) kepada Kuasa Hukum Jessica.

“Penahanan ini melanggar KUHP namanya. Seharusnya salinan BAP itu diberikan kepada kami. Lantas kenapa takut? Jangan takut. Berikan saja salinan itu kepada kami,” tegas Yudi.

Polisi Cuma Copy Paste BAP

Kuasa Hukum Jessica, Yudi Wibowo mengatakan bahwa pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian tidak ada bedanya saat Jessica menjadi saksi hingga kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Pemeriksaan diulang. Mereka hanya meng copy paste saja, hanya tinggal menambah soal bon (kwitansi) yang dibeli,” ujar Yudi.

“Jadi, BAP saksinya hanya di copy saja jadi BAP tersangka,” kata Yudi.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.