Dituduh Aniaya Stafnya, Masinton Pasaribu Dilaporkan ke MKD

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





141904620151006-112853-resized780x390
Anggota Komisi III DPR RI Masinton Pasaribu saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2) (Kompas.com)

Jakarta, Jelasberita.com| Sebanyak tiga orang dari perwakilan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH APIK) mendatangi Mahkamah Kehormatan Dewan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/2) siang. Kedatangan tersebut terkait dugaan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Masinton Pasaribu kepada staf ahlinya, Dita Aditia.

Mereka datang untuk melaporkan politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu setelah sebelumnya, LBH APIK menerima laporan aduan dari Dita Aditia staf ahli Masinton terkait kasus dugaan pemukulan yang terjadi pada 21 Januari 2016 lalu.




Tak hanya itu, kasus pemukulan terhadap kader Partai Nasdem tersebut juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian pada hari Sabtu (30/1) lalu.

“Kami berharap MKD dapat memanggil anggota DPR yang kita laporkan dan memberikan sanksi tegas,” ucap Direktur LBH APIK, Ratna Batara Muntini, seperti yang dilansir dari Kompas.com, Selasa (2/2).

Seperti yang diberitakan di Kompas.com, dari laporan tersebut, disertakan pula sejumlah bukti pemukulan tersebut. Di antaranya surat permohonan bantuan yang diajukan Dita kepada pihak LBH APIK, kronologi kasus dan salinan foto.

Salinan foto yang dimaksud tersebut adalah foto yang menunjukkan mata kanan Dita yang lebam. “Dita hari ini tidak bisa datang karena masih trauma,” katanya.




Adapun laporan dari pengaduan tersebut sudah diterima pihak sekretariat MKD pada pukul 14.15 WIB. Namun, MKD memberikan catatan dalam laporan yang diserahkan kepada LBH APIK.

“Laporan dan berkasnya sekarang kami terima, tetapi kami beri catatan karena belum ada salinan akta notaris lembaga yang diserahkan,” ujar salah satu pegawai sekretariat MKD yang tidak mau disebutkan namanya.

Menurutnya, LBH APIk diberi waktu selama 14 hari kerja untuk melengkapi salinan akta notaris. Jika selama kurun waktu tersebut syarat tidak dipenuhi, pelapor diharuskan membuat laporan baru.

Adapun menurut keterangan Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nasdem DKI Jakarta, Wibi Andrino sebelumnya, dia melaporkan pemukulan tersebut terjadi pada 21 Januari 2016 malam. Saat itu, Masinton menjemput Dita di Kafe Camden, Cikini, Jakarta Pusat.

Dita kemudian dibawa berkeliling, lalu di dalam mobil dia dipukuli. Dia diam saja ketika dipukuli dan enggan memproses secara hukum. Masinton sendiri memberi Dita obat-obatan agar lekas sembuh. Namun luka lebam di mata Dita membuat DPW Partai Nasdem DKI Jakarta mempertanyakannya dan Dita mengaku dipukuli Masinton.

Leave a Reply

Your email address will not be published.