Vandalisme di Kebun Raya Cibodas, Tongkol Bunga Bangkai Patah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





79ca6e8b-98c2-4837-a0fa-67d017fbafea_169
Bunga bangkai yang rusak (LIPI/Facebook)

Cianjur, Jelasberita.com| Aksi vandalisme terhadap objek wisata kembali terjadi lagi. Setelah sebelumnya kelompok selfie yang menyerang kebun bunga Amaryllis yang langka di Jogja, kini bunga bangkai di Kebun Raya Cibodas pun tertimpa nasib yang serupa. Tongkolnya patah akibat pelemparan batu oleh turis jahil. Aksi vandalisme ini pun termasuk yang paling parah di kebun raya itu.

Aksi vandalisme ini belum lamar terjadi di Kebun Raya Cibodas, Cianjur. Menurut kabar yang dilansir dari detikTravel, tongkol atau spadix bunga bangkai (Amorphophallus titanium) yang sedang mekar itu patah. Hal tersebut diyakini karena ulah pengunjung yang melempar batu ke bunga, sehingga pertumbuhan terganggu dan tongkol pun patah.




Menurut kabar yang dilansir, sebelumnya keisengan pengunjung melempar batu atau mencoret-coret di lingkungan Kebun Raya Cibodas memang pernah terjadi. Namun tidak pernah sampai mengakibatkan kerusakan separah itu hingga tongkol bunga bangkai yang langka itu patah.

“Coret-coret ya pernah. Kalau yang sebelumnya pernah (tongkol) patah, kalau nggak salah tahun 2000-an. Tapi itu patah karena pengaruh ketinggian, bukan dilempar batu. Kalau yang kemarin memang ada gangguan sehingga tongkol miring, tidak kuat, sehingga patah,” jelas Kepala UPT Balai Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Cibodas-LIPI, Agus Suhatman, Senin (1/2).

Dia juga mengatakan, dulu memang pernah ada bunga bangkai yang pertumbuhannya bagus hingga beberapa meter. Tapi kemudian, karena tidak terlalu kuat maka tongkolnya patah. Pertumbuhan yang terganggu itu kemudian diteliti dan diketahui salah satu penyebabnya adalah lokasi tumbuhnya bunga.

Bunga bangkai sendiri di alam bebas bisa tumbuh di lokasi dengan ketinggian 400 meter. Tapi saat itu, bunga dicoba kembangbiakkan di ketinggian 1200 m.




Patahnya tongkol bunga bangkai yang baru-baru ini terjadi memang dikarenakan aksi vandalisme dari orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Padahal bunga bangkai yang endemis Indonesia itu harusnya bisa mekar dan dinikmati keindahannya.

“Kami berharap masyarakat pedulu, tanaman bisa dinikmati. Kepedulian masyarakat masih harus ditingkatkan,” ujar Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published.