Tersebar Surat Dokter Tuding LGBT Penyebab HIV/AIDS di Media Sosial

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





lgbt_20160201_153814
Surat edaran dokter tuding LGBT penyebab HIV/AIDS (Tribunnews)

Banjarmasin, Jelasberita.com| Belakangan, LGBT menjadi semakin ramai diperbincangkan di media sosial. Berbagai tanggapan pun muncul dari berbagai kalangan. Tak hanya itu, sebuah pesan berantai yang menyatakan HIV disebabkan karena LGBT muncul di media sosial. Pesan berantai tersebut disebut-sebut pesan dari seorang dokter kepada kaum LGBT.

Akun @agastyaharjuna men-tweet pesan tersebut dengan memposting edaran mengenai LGBT. Ia mengirimkan cuitan “Tolong dibantu mention kpd siapa aja pendukung LGBT agar tercerahkan. @sahal_as @ulil @malakmalaknal @hafidz_ary.”




Tak hanya itu, akun @maspiyungan men-tweet, “Seorang Dokter Nasihati Para Pembela LGBT. Menohok dan Jleb Banget,” dengan postingan serupa, edaran untuk LGBT.

Adapun pesan yang ramai dibicarakan di media sosial tersebut adalah sebagai berikut:

Dokter itu bilang, udah banyak pasien HIV dia obatin. Dari yang badannya masih prima sampai yang udah ancur. Rata-rata karena LGBT.

Ketika badan udah ancur, siapa yang mau bersihhin darah dari badan mereka?




Bukan aktivis HAM, bukan pembela hak-hak LGBT, tapi ibu-ibu mereka sendiri. Ibu mereka yang dari dulu nasihatin mereka supaya jangan nakal. Ketika mereka ancur, ibu mereka juga yang bersihin darah merek. Pembela HAM gak akan mau.

Perawat aja masih banyak yang grogian bersihin darah pasien HIV. Tapi ibu-ibu mereka mag nggak, namanya juga ortu. Kalo dah gitu baru dengerin apa kata ortu? Dari dulu ngapain aja?

Dalem dan nohok banget…

Lalu, apakah benar penyebab HIV/AIDS adalah LGBT saja? Seperti yang dilansir dari alodokter.com, ada orang-orang yang berisiko terinfeksi HIV, karena pada dasarnya, semua orang berisiko terjangkit HIV tanpa mengenal batasan usia dan jenis kelamin.

Penularan HIV tidak serta merta hanya karena seks bebas saja, melainkan ada beberapa faktor lainnya. Yaitu, orang yang memakai narkoba suntik, orang yang membuat tato atau tindik tanpa memperhatikan penggunaan jarum yang diganti, orang yang melakukan hubungan seks tanpa alat pengaman baik sesama jenis maupun heteroseksual, orang yang tinggal atau sering berpergian ke daerah-daerah dengan angka HIV tinggi, misalnya Afrika, Eropa Timur, Asia dan Amerika bagian selatan.

Selain itu juga orang yang melakukan transfusi darah di daerah dengan angka HIV tinggi, orang yang terkena penyakit seksual lainnya dan juga orang sehat yang berhubungan seks dengan orang yang sudah terjangkit HIV.

HIV sendiri bukan virus yang menular dengan mudah melalui udara seperti virus batuk dan flu. HIV hidup di dalam darah dan beberapa cairah tubuh. Tapi cairan seperti air liur dan keringat atau urin tidak bisa menularkan virus ke orang lain.

Hal itu dikarenakan kandungan virus di cairan tersebut tidak cukup banyak. Virus hanya akan tertular ke dalam tubuh orang lain dengan cairan seperti darah, dinding anus, air susu ibu, sperma, cairan vagina, termasuk darah menstruasi.

HIV tidak tertular melalui ciuman, air ludah, gigitan, bersin, berbagi perlengkapan mandi dan makan, memakai toilet atau kolam renang yang sama, digigit binatang atau serangga seperti nyamuk.

Dilansir dari Tribunnews, cara utama agar virus bisa masuk ke dalam aliran darah adalah dengan cara melalui luka terbuka di kulit. Melalui dinding tipis pada mulut dan mata, melalui dinding tipis di dalam anus atau alat kelamin dan melalui suntikan langsung ke pembuluh darah memakai jarum atau suntikan yang terinfeksi.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.