Pesta Reksa Dana, Membangun Awareness Publik

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




Sejumlah terobosan dilakukan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam meningkatkan perhatian dan kesadaran masyarakat Indonesia dalam berinvestasi secara rutin. Setelah program kampanye nasional ‘Yuk Nabung Saham’ yang diluncurkan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada November 2015, Self Regulatory Organization (SRO) yakni BEI, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) yang didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program ‘Yuk Nabung Reksa Dana’.

 




Debut perdana kampanye ‘Yuk Nabung Reksa Dana’ dilakukan SRO dengan menggelar acara Pesta Reksa Dana 2016. Acara yang diselenggarakan bersama Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) ini berlangsung di Gedung BEI pada hari Rabu – Sabtu, 27 – 30 Januari 2016.

 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Samsul Hidayat mengatakan, reksa dana merupakan produk investasi yang mudah dipahami, murah, tidak berisiko tinggi dan berpotensi menghasilkan keuntungan yang tidak kalah dengan produk pasar modal lainnya. Sehingga masyarakat yang memiliki dana lebih namun tidak memiliki pengetahuan dan waktu cukup untuk mempelajari media investasi pasar modal lainnya, dapat memilih reksa dana sebagai alternatif untuk mengakses pasar modal.

 




Atas pertimbangan itu, SRO bertekad mengkampanyekan reksa dana sebagai langkah awal masyarakat berinvestasi di pasar modal, untuk selanjutnya juga berinvestasi pada produk saham, surat utang hingga produk-produk futures atau turunan pasar modal lainnya. “Kami ingin membangun awareness masyarakat agar terjadi perpindahan konsep dari saving society ke investment society. Dengan begitu semua sudut-sudut perekonomian Indonesia akan bergerak,” paparnya.

 

SRO mengajak seluruh masyarakat menghadiri acara Pesta Reksa Dana. Kegiatan tersebut terdiri dari pemeran, talkshow yang digelar sebanyak dua sesi setiap harinya, hiburan, serta door prize menarik. Semua rangkaian kegiatan tersebut terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya (gratis).

 

Dengan menghadiri acara ini, selain memperoleh pengetahuan berinvestasi reksa dana, masyarakat bisa langsung berinvestasi dan berkesempatan memperoleh door prize dalam bentuk tambahan dana investasi Rp500 ribu yang diundi setiap hari serta sejumlah hadiah grand prize seperti sepeda motor, laptop, kamera digital dan lainnya yang ditarik pada hari terakhir acara, yakni Sabtu, 30 Januari 2016,” papar Direktur Pengembangan BEI, Nicky Hogan.

 

Lebih detail dikatakan Nicky, untuk kegiatan pameran, penyelenggara menyediakan 43 booth yang diisi oleh manajer investasi atau pengelola reksa dana, perusahaan sekuritas dan bank kustodian yang berpatisipasi. Jumlah ini di luar booth untuk OJK, SRO dan anak usahanya, lalu emiten dan media partner. “Kami dibantu 24 media partner yang turut menyosialisasikan kegiatan tersebut,” ujarnya.

 

Sementara untuk talkshow, diisi oleh sejumlah manajer investasi, perencana keuangan serta artis yang tentunya sudah berinvestasi di pasar modal, yaitu Direktur Utama PT Bahana Investment Management Edward P Lubis, Direktur PT Danareksa Investment Management Prihatmo Hari Mulyanto, Direktur PT Manulife Investment Management Putut E Andanawarih, Head of Operation and Business Development PT Panin Asset Management.

 

Terdapat pembicara berlatarbelakang profesional, seperti pengusaha, artis yang membagi inspirasi dan pengalaman, seperti Ketua Umum APRDI Denny R Thaher, lalu Tokoh Inspirator Muda Ryan Filbert, Capital Market Trainer Jimmy Dimas Wahyu, Artis dan Investor Nycta Gina, Motivator Publik Rene Suhardono, Perencana Keuangan Prita Ghozie serta Artis, Penulis Buku, serta Investor Reksa Dana Mona Ratuliu.  BEI punya harapan besar terhadap kegiatan selama empat hari tersebut, yakni sebanyak 4.000 pengunjung. Hingga tulisan ini diturunkan, jumlah pengunjung sudah melampaui target tersebut. Sebanyak 50% dari jumlah tersebut bisa langsung berinvestasi pada produk reksa dana. “Para pengunjung diharapkan dari semua kalangan yakni ibu rumah tangga, karyawan, wiraswasta, investor yang sudah memiliki SID, kalangan mahasiswa, media massa serta masyarakat umum lainnya,” ujar Nicky.

 

Target BEI tidak berlebihan, mengingat reksa dana kini mulai digandrungi masyarakat. Ini didasarkan dari data OJK, per 23 Desember 2015 yang menunjukkan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana tercatat sebesar Rp268,44 triliun dengan total unit penyertaan mencapai 181,94 miliar unit penyertaan. Bandingkan dengan posisi periode yang sama tahun 2014 di mana total NAB tercatat sebesar Rp 241,57 triliun dengan jumlah unit penyertaan sebanyak 142,72 miliar.

 

Pertumbuhan industri reksa dana juga terlihat dari data jumlah produk yang naik menjadi 1.083 yang terbagi pada 15 jenis reksa dana. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya hanya terdapat 894 produk reksa dana. (Tim BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.