Wabah Virus Zika Semakin Meluas, Aktivis Brasil Desak Legalkan Aborsi Bagi Perempuan Hamil Pengidap Zika

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




1751424mikrosefali-1780x390




Microcephalus yang diakibatkan oleh virus Zika yang diidap oleh perempuan hamil (Kompas.com)

Rio de Janeiro, Jelasberita.com| Amerika Latin khususnya Brasil sedang melakukan usaha untuk memerangi wabah virus Zika yang semakin terjangkit ke hampir sebagian wilayah Amerika dan Eropa. Virus Zika sendiri diketahui menyebabkan bayi yang lahir dari ibu yang terjangkit mengalami microcephalus atau ukuran kepala yang kecil.

Karena fenomena virus Zika ini, sebuah kelompok pengacara di Brasil, aktivis dan ahli sains meminta agar Mahkamah Agung memberikan izin dan melegalkan aborsi pada perempuan mengandung yang terjangkit virus Zika.

Hal ini bertujuan untuk mengurangi resiko bayi lahir cacat karena microcephalus yang berkaitan dengan rusaknya otak pada janin di dalam kandungan.

Di Brasil sendiri, tindakan aborsi adalah hal yang ilegal, kecuali dalam kasus yang membahayakan kesehatan atau kasus pemerkosaan, dan sejak tahun 2012 lalu juga diperbolehkan dalam kasus kelalaian kondisi otak anencephaly.




Para ahli mengingatkan, tiga dari empat juta orang dapat terinfeksi virus Zika di Amerika pada tahun ini. Perempuan Brasil “tidak seharusnya dihukum sebagai konsekuensi kurangnya kebijakan,” jelas petisi tersebut.

Pemerintah di empat negara Amerika Latin dan Karibia sebenarnya sudah menyarankan agar perempuan tidak hamil menyusul penyeberan virus Zika yang semakin meluas ini.

Sebelumnya, kelompok yang sedang melakukan petisi ini juga telah memenangkan pengecualian untuk kasus anencephaly pada tahun 2012 silam.

Dilansir dari Kompas.com, penyebaran virus Zika di Brazil adalah yang paling buruk jika dibandingkan kasus di negara Amerika lainnya, dengan angka 270 kasus microcephaly yang juga telah dikonfirmasi oleh kementerian kesehatan dan 3,448 lainnya yang dalam investigasi.

Seorang profesor hukum di Universitas Brasilia, Debora Diniz, mengatakan pada BBC bahwa penyakit tersebut lebih banyak dialami oleh kalangan miskin. Negara ini sendiri telah melaporkan kasus penularan Zika pertama kalinya pada Mei 2015 lalu.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), antara 500.000 dan 1,5 juta orang telah terinfeksi di Brasil dan virus telah menyebar ke lebih dari 20 negara di kawasan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.