Miris, Siswi SMP Nekat Jual Perawan Demi Rebonding Rambut

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





ilustrasi
ilustrasi

Medan, Jelasberita.com| Kehidupan para remaja, masih terbilang labil. Mereka masih mencari jati dirinya dalam menempuh hidup. Untuk itu, perlu peran penting orangtua yang memiliki anak remaja agar tidak salah langkah dalam bergaul. Seperti kali ini, karena dinilai Salah Pergaulan, Seorang siswi SMP ini rela menjual keperewanannya demi mengikuti gaya hidup yang serba glamor.

 




Sebagai gadis yang sedang beranjak dewasa, TP (15) tentunya ingin berpenampilan cantik dan menarik serta memiliki barang-barang bagus. Namun, tentu saja untuk mendapatkan itu semua butuh biaya yang cukup besar. Melihat teman-temannya yang kehidupan serba glamor, hal inilah yang mendorong TP untuk nekat menjual keperawanannya.

 

Seperti dilansir dari laman merdeka.com, TP yang dibantu oleh teman sekolahnya AS (15) yang bertugas sebagai mucikari untuk mencarikan para pria hidung belang yang ingin menikmati tubuh gadis dibawah umur tersebut.

 




Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf, saat ditemui pada Kamis (28/1) membenarkan bahwa korban TP melakukan hal tersebut atas dasar ingin membeli HP, rebonding rambut, serta untuk keperluan pribadi lainnya.

 

Helfi menambahkan, TP bersama AS memasang tarif sekitar Rp 10 juta untuk sekali kencan. Harga tersebut masih bisa ditawar dengan tawaran minimal Rp 7 Juta. Setelahnya, TP dan AS membagi hasil uang tersebut dengan jatah Sebesar Rp 5 juta untuk TP, dan mucikari AS mendapat Rp 2 Juta.

 

AS sendiri sudah memberikan penawaran gadis dibawah umur, yang merupakan temannya sendiri kepada pria hidung belang melalui saluran telepon, dan sosial media. dalam percakapan tersebut, AS mengaku memiliki gadis berusia 15 tahun yang masih berstatus perawan.

 

Akibat perbuatannya tersebut, AS yang sebagai mucikari terpaksa harus mendekam di dalam sel tahanan untuk selanjutnya di periksa lebih lanjut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.