Mengaku Guru Ngaji ISIS, Simpatisan ISIS Ini Bingung Ditanya Tajwid

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





830e7259-ccf9-4a3f-a69e-b6c16ab5affa_169
Terdakwa simpatin ISIS Ahmad Junaedi gelapan saat ditanyai tajwid (CNN Indonesia)

Jakarta, Jelasberita.com| Mengaku sebagai guru ngaji ISIS, Ahmad Junaedi kebingungan saat dites kemampuannya membaca Al-Quran. Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat pun sempat dibuat heran dengan jawaban terdakwa yang bertugas membantu ISIS sebagai guru mengaji mereka di Suriah.

Pada persidangan dengan agenda mendengar keterangan terdakwa yang digelar kemarin, anggota mejalis hakim Syahlan sempat menanyakan tentang tajwid kepada terdakwa, namun terdakwa terlihat kebingungan menjawabnya.




“Mim mati ketemu mim, apa itu namanya?” tanya Syahlan kepada Junaedi di Ruang Sidang Soerjadi, PN Jakarta Barat, seperti yang dilansir dari CCN Indonesia, Jumat (29/1).

Atas pertanyaan itu, Junaedi tak langsung menjawabnya. Dia diam sejenak dan kemudian meminta hakim mengulangi lagi pertanyaannya. Syahlan kembali menanyakannya sampai tiga kali.

“Mim mati bertemu mim, hukumnya apa?” tanya Syahlan lagi dengan nada tinggi. Junaedi terlihat gelagapan saat menjawab, “ikhfa.”

Mendengar jawabannya, hakim Syahlan tampak kecewa dan terlihat merebahkan tubuhnya ke sandaran bangku. Junaedi lantas mengoreksi jawabannya lagi, lalu menjawab idgham mimi. Tetapi hakim tak menanggapi jawaban terdakwa lagi.




Dari yang dilansir BBC Indonesia, Junaedi sendiri berangkat ke Suriah pada 21 Maret 2014 lalu. Dia kemudian bergabung dengan kelompok militan ISIS atas bujukan Abu Jandal, warga Malang yang menjadi petinggi ISIS.

“Saya punya keahlian mengajar mengaji Al-Quran,” aku Junaedi di hadapan majelis hakim.

Junaedi mengaku sempat menolak ajakan itu, tapi menurut penasihat hukumnya, Asludin Hatjani, kliennya tertarik berangkat ke Suriag karena diiming-imingi penghasilan yang besar. Junaedi pun rela meninggalkannya pekerjaannya sebagai pedagang bakso dan bergabung dengan kelompok militan ISIS.

Junaedi mengaku ditipu Abu Jandal. Penghasilan yang dia terima di Suriah bahkan lebih kecil bisa dibandingkan dengan pendapatannya sebagai tukang bakso di Indonesia.

“Saya merasa menyesal, merasa tertipu karena janji yang tidak sesuai. Janjinya mau digaji dengan gaji besar, tapi ternyata tidak. Dibayar 8 ribu lira atau sekitar Rp600 ribu,” ujar Junaedi menyesal.

Dalam kasus yang melibatkannya dengan ISIS ini, Junaedi didakwa dengan melanggar Pasal 15 Jo Pasal 7 Undang-Undang Pemberantasan Terorisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published.