Dituding Sindikat Jual-Beli Ginjal, RSCM Bantah Terlibat

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




sindikat-penjual-ginjal-dibekuk-bareskrim_top




Gambar ilustrasi penjualan ginjal/istimewa

Jakarta, Jelasberita.com| Setelah terbongkarnya sindikat jual-beli ginjal, polisi mulai menyelidiki Rumah Sakit yang terlibat dalam aksi jual-beli organ tersebut. Nama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pun diduga menjadi tempat pengoperasian si penjual untuk mengambil ginjalnya.

Adanya berita tersebut, pihak RSCM pun membantah keterlibatan dokter-dokternya dalam kasus jual-beli ginjal tersebut. Direktur Utama RSCM C.H. Soejono mengatakan operasi untuk melakukan transplantasi ginjal tersebut membutuhkan kerjasama tim, dan pihak yang terlibat ditetapkan melalui tim advokasi.

“Tidak ada dokter RSCM melakukan seperti itu. Soalnya kami punya mekanisme,” ujar Soejono membantah keterlibatan RSCM, Jumat (29/1) seperti yang dilansir dari Tempo.com.

Menurutnya, transplantasi bukanlah operasi yang main-main. Pasien yang menjalani operasi transplantasi dilakukan penahbisan melalui tim advokasi dengan ketat. Penahbisan yang dimaksud adalah penetapan pendonor ‘oke’ untuk dioperasi setelah melewati beberapa taham pengecekan sebelum operasi dilakukan.




Hal tersebut dilakukan untuk melindungi calon pendonor dan memastikannya bebas dari paksaan atau iming-iming lain untuk menjual ginjalnya.

“Kami lakukan pencegahan supaya hal yang tidak terjadi. Dengan menerjunkan tim advokasi transplantasi tipa akan operasi,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, selain tim advokasi, pihak RSCm juga menyedikan tim psikiatrik forensik yang akan mewawancarai calon pendonor.

Hal ini dimaksudkan untuk memeriksa emosional, intelektual dan kognitif pendonor guna memastikan memiliki kemampuan mengambil keputusan sendiri dan bebas dari tekanan.

Seojono memastikan bahwa dua tim tersebut mampu mendeteksi bila ada salah satu pegawainya yang mencoba melanggar ketentuan. Jika memang terbukti ada dokter RSCM yang terlibat dalam sindikat jual-beli ginjal tersebut, Soejono mengatakan akan menyerahkan semua urusan tersebut kepada pihak yang berwajib.

“Insya Allah, di RSCM tidak ada,” ujarnya lagi.

Sementara itu, seperti yang ramai diberitakan, Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia telah membongkar sindikat penjualan ginjal pada hari Rabu (27/1). Polisi sudah menetapkan tiga orang tersangka. Dalam jual-beli tersebut, calon pembeli dikenai harga Rp 300 juta untuk satu ginjal. Pembeli juga disebut bertanggungjawab dalam membiayai prosedur operasi transplantasi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.