Perangi Virus Zika, Brasil Kerahkan 220 Ribu Tentaranya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




1417553shutterstock-124771522780x390




gambar ilustrasi gigitan nyamuk/istimewa

Rio De Janeiro, Jelasberita.com| Wabah virus Zika yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti menyebar dengan cepat dan meluas di Brasil sejak Mei lalu, tetapi peneliti mengungkapkan, ada kemungkinan cara penyebaran selain dari gigitan nyamuk tersebut.

Hingga kini, angka kasus virus Zika semakin meningkat di negara Amerika. Pemerintah Brasil bahkan mengatakan mereka akan mengrimkan 220 ribu tentara ke seluruh wilayah Negeri Samba itu demi menekan penyebaran nyamuk yang menjadi inang dari virus Zika. Keputusan pemerintah ini dikabarkan diberikan karena sudah mulai mendekati karnaval tahunan Rio Carvinal.

Amerika Latin saat ini sedang memerangi wabah Virus Zika yang mulai menyebar luas di wilayah regional tersebut. Dari informasi yang dihimpun, otoritas kesehatan sudah menyemprot dan melakukan fogging ke beberapa perumahan warga dan lokasi-lokasi turis di Brasil.

Seperti yang dilansir dari NHk, Kamis (28/1), otoritas Brasil mengatakan virus Zika diduga bertanggungjawab atas meningkatnya kasus microcephaly, di mana para bayi lahir dengan kerusakan otak dan memiliki kepala yang lebih kecil dari ukuran normal.




Badan Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan, sejak hari Sabtu pekan kemarin, sebanyak 21 negara dilaporkan telah terkena wabah penyebaran virus Zika tersebut. Wabah ini diketahui pada awalnya berasal dari seorang pasien di Brasil yang terjangkit pada Mei tahun lalu.

Dinas Kesehatan Kolombia pada konferensi pers, Selasa (26/1) menyatakan, tahun ini mereka memperkirakan di negara tersebut akan ditemukan 600 ribu kasus virus Zika. Mereka juga menambahkan, puncak kasus ini akan terjadi pada bulan Maret dan April mendatang.

Otoritas kesehatan di El Salvador dikabarkan bahkan mengambil langkah yang lebih jauh dalam menghindari kasus lahir bayi yang cacat. Mereka memperingatkan agar para perempuan di negara itu untuk tidak hamil hingga tahun 2018 mendatang. Hal ini dilakukan untuk mencegah janin terinfeksi oleh virus Zika.

Hingga saat ini, menurut laporan, belum ada vaksin atau perawatan untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan oleh virus Zika tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published.