KPI Adakan Uji Publik 10 TV di Indonesia, AJI Mendukung Penuh

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





kpi-showbiz-ist-709
Komisi Penyiaran Indonesia/istimewa

Jakarta, Jelasberita.com| Komisi Penyiaran Indonesia akan menggelar uji publik perpanjangan izin 10 stasiun televisi di Indonesia. Mendengar ini, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) mendukung langkah tersebut. Ketua Umum AJI Indpnesia Suwarjono mengatakan, uji publik tersebut merupakan upaya ikut memperbaiki kualitas siaran televisi.

“AJI ingin KPI tak membatasi saran masyarakat yang masuk pada 31 Januari 2016 dan terus membuka masukan selama perpanjangan izin siaran kesepuluh stasiun tersebut,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (28/1) seperti yang dilansir dari Tempo.com.




Dari uji publik tersebut, Suwarjono berharap bisa dilakukan secara transparan dan hasilnya diumumkan terbuka kepada publik nantinya. Dia menyayangkan reaksi Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) serta sejumlah anggota Komisi Penyiaran dan Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat yang sempat menentang uji publik ini.

“Masukan dari masyarakat adalah salah satu bentuk partispasi yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran,” katanya. Dia juga menegaskan, frekuensi yang digunakan oleh sejumlah stasiun TV tersebut adalah milik publik.

KPI sendiri akan berencana uji publik terhadap 10 stasiun TV di Indonesia. Yaitu, RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV, ANTV, TVOne, Metro TV, Trans TV, Global TV dan Trans 7.

Kesepuluh stasiun TV tersebut akan habis masa penyiarannya pada tahn 2016 ini. Uji publik pun dianggap sebagai momentum perbaikan kualitas tayangan, tapi justru mendapatkan sejumlah respons negatif dari berbagai pihak.




Respons negatif itu, salah satunya datang dari anggota Komisi Penyiaran dan Pertahanan DPR, Evita Nursanty. Dia beranggapan bahwa uji publik tersebut sia-sia, karena mengingat KPI telah melakukan fungsi pengawasan terhadap semua stasiun TV swasta dan nasional setiap tahunnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.