Broadcast Cari Jodoh Anak ITB, Nikah Tanpa Pacaran

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





95fa78f5-30fe-4f20-a1ef-0a9735f4eb11_169
gambar ilustrasi nikah tanpa pacaran. (detikcom)

Jakarta, Jelasberita.com| Setelah sebelumnya media sosial dihebohkan dengan SGRC UI yang diduga adalah organisasi LGBT, sekarang media sosial kembali dihebohkan dengan kabar dari kampus ITB. Jika sebelumnya warga Bandung menggelar aksi demo menuntut walikota mencarikan jodoh, maka di ITB mereka memfasilitasi para jomblo yang ingin mencari pasangan hidup melalui media sosial. Mungkin cara ini bisa disebut sebagai ajang pencarian jodoh.

Adapun pesan berantai atau broadcast tentang cari jodoh ‘anak ITB’ beredar secara viral di media sosial, baik itu melalui WhatsApp, Facebook maupun BBM. Menurut informasi yang dihimpun, pesan itu berantai itu berisi fasilitas bagi para pemuda atau pemudi yang ingin menikah, tapi tanpa pacaran.




Pesan itu tertulis, bagi yang berminta mencari jodoh bisa mengirimkan identitas yang berisi data diri pribadi, hobi dan kriteria calon yang dicari. Informasi tersebut lalu dikirimkan seorang perantara di komunitas tersebut.

Dalam pesannya, ada aturan yang diterapkan dalam pencarian jodoh ini, yaitu calon harus serius dan tidak main-main, calon boleh menolak jika merasa tidak sesuai dengan kriteria yang diajukan, jika kedua calon sepakat, maka akan dikenalkan dan didampingi oleh tim pencari jodoh. Disebutkan bahwa tim tidak akan bertanggungjawab atas keputusan yang dipilih calon, dan juga tidak ada paksaan ketika proses perkenalan dan tidak pacaran.

Tim pencari jodoh hanya akan membantu dan memfasilitasi saja. Keputusan ya atau tidak diserahkan kepada masing-masing calon.

Broadcast ini pun akhirnya memancing reaksi banyak orang. Ada yang percaya bahwa ini adalah lembaga resmi untuk mencari jodoh dan ada juga yang mengira bahwa ini hanyalah sekadar broadcast iseng.




Mengutip dari detikcom, akhirnya pesan tersebut dikonfirmasi oleh salah satu panitianya. Nurul Setia Pertiwi, sebagai panitia dirinya mengaku tak menyangka bahwa pesan cari jodoh tanpa pacaran itu meluas dan menjadi viral. Ia pun menjelaskan, tujuan dari program tersebut adalah mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam pacaran.

“Sepertinya saya perlu klarifikasi sedikit. Kami hanya sekumpulan alumni ITB yang punya impian sama, ingin meminimalisir khalwat sebelum pernikahan. Hanya mengingatkan, kami bukan dari lembaga resmi ya, kami hanya komunitas,” kata Nurul dalam keterangan tertulis yang dikutip dari detikcom, Kamis (28/1).

Nurul sendiri juga mengatakan, hingga hari Rabu 27 Januari kemarin malam, kuota sudah penuh. Timnya akan memroses data para calon yang masuk terlebih dulu. Dia berharap pesan ‘nikah tanpa pacaran’ itu tidak lagi disebarkan.

“Maaf ya, mohon doa agar kami bisa perbaiki sistemnya sehingga bisa dilanjutkan programnya dan meluaskan manafaatnya,” katanya lagi.

Nurul menyarankan, jika calon tersebut serius dan berniat baik, bisa membaca keterangan pada timeline Facebook “Fasilitator Nikah Tanpa Pacaran” dan terbuka bagi siapa saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published.