Waspada, Beredar Uang Pecahan Rp 50 Ribu Bertuliskan Lambang ISIS!

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto: uang 50 ribu rupiah bertuliskan lambang ISIS (antara)




foto: uang 50 ribu rupiah bertuliskan lambang ISIS (antara)

Ciamis, Jelasberita.com| warga Desa Cisaga, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, dibuat geger dengan adanya peredaran uang kertas pecahan Rp 50 ribu yang bertuliskan berbagai lambang kelompok militan ISIS serta tulisan arab lainnya dengan menggunakan tinta pulpen yang bersifat propaganda dan merujuk kepada ISIS.

 

Dilansir dari laman rmoljabar.com, terkait dengan beredarnya uang bertuliskan lambang ISIS tersebut, Dandim 0613 Ciamis, Letkol Inf. Ruddy Jan Pribadi mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut. namun, dirinya mengatakan bahwa pihaknya masih belum bisa menemukan siapa yang berada dibalik kasus ini.

 




“Uang tersebut sepertinya sengaja digunakan saat bertransaksi, karena uang tersebut beredar di toko daerah kecamatan Cisaga. Saat ini, kasus uang tersebut tengah kita dalami dan tengah melakukan penyelidikan melalui kerjasama dengan aparat kepolisian.” Tegas Ruddy, pada Rabu (27/1)

 

Menurut Ruddy, melakukan aksi mencoret-coret uang yang resmi dikeluarkan oleh negara merupakan perbuatan yang salah. Apalagi bila dibumbui dengan propaganda ke arah terorisme dan kelompok militan ISIS

 

“dilihat dari coretannya, Tulisan ISIS pada pecahan 50 ribu rupiah tersebut, sangat tidak lazim, kami masih mengupayakan penyelidkan untuk mengetahui motif pelakunya.” Tambah Ruddy.

 

Ruddy juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan adanya tulisan berlambang ISIS pada uang tersebut, karena masih belum bisa diselidiki motifnya. Masih ada kemungkinan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang hanya iseng untuk mencoret-coret uang tersebut dengan lambang ISIS.

 

“tolong, bila ada masyarakat yang menemukan uang bertuliskan seperti itu lagi, tolong serahkan kepada kita atau aparat setempat, baik kepada Babinsa, Babinkamtibmas, RT, maupun RW setempat. Hal itu akan membuat ruang gerak dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab tersebut dapat dipersempit.” Pungkas Ruddy.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.