Stres Istrinya Selingkuh, Seorang Narapidana Gantung Diri di Penjara

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




hukuman-mati

Makassar, Jelasberita.com| Seorang narapidana ditemukan tewas gantung diri di Lembaga Permasyarakatan Kelas I Makassar pada hari Rabu (27/1), sekitar pukul 07.45 Wita. Narapidana tersebut adalah Rahmat bin Arifin, narapidana kasus pelecehan seksual yang ditemukan di selnya di Blok F Nomor 13.




Pria itu nekat mengakhiri hidupnya diduga lantaran masalah pribadi yang dihadapinya. Kini jenazah warga Kecamatan Malengke Barat, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan itu sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.

Menurut sumber yang diberitakan Tempo, Kepala Lapas Kelas I Makassar, Tholib mengatakan, Rahmat meninggal murni karena bunuh diri. Motifnya disebut-sebut lantaran stres setelah mengetahui bahwa istrinya selingkuh.

“Dia (Rahmat) sempat curhat ke beberapa temannya di sel bahwa istrinya selingku dan menikah lagi. Diduga kuat itulah yang membuatnya nekat gantung diri,” ujar Tholib, Rabu (27/1) seperti yang dikutip dari Tempo.

Rahmat sendiri adalah narapidana yang dituduh karena melakukan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Kabupaten Luwu Utara. Dia dijatuhkan vonis 7 tahun 2 bulan di penjara oleh pengadilan.




“Dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak,” tambah Tholin lagi.

Dari informasi yang dihimpun Tempo, tim dokter kepolisian di Lapas Kelas I Makassar, sekitar pukul 08.00 Wita. Jurnalis tidak diizinkan masuk saat tim dokter kepolisian melakukan identifikasi secara tertutup.

Tak berapa lama identifikasi berlangsung, dua mobil ambulance yang salah satunya mengangkut jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk pemeriksaan medis. Selama proses berlangsung, tak satu pun keluarga Rahmat berada di lapas atau pun di rumah sakit.

Dari keterangan Kepolisian Sektor Rappocini, Komisaris Muari, menjelaskan bahwa Rahmat gantung diri menggunakan sarung. Saat kejadian berlangsung tidak ada teman selnya atau tetanggal selnya yang menyaksikan langsung kejadian tersebut lantaran sedang terlelap tidur.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, Rustam yang adalah tetangga sel Rahmat mengaku sempat mendengar korban bernyanyi pada malam hari. Namun rekan korban yang lainnya, Salama, yang sedikit tuli, mengaku tidak mendengar apapun karena tidur. Jenazah Rahmat ditemukan pertama kali oleh petugas jaga bernama Asrul.

Leave a Reply

Your email address will not be published.