Setelah Indonesia, Kini ISIS Ancam Malaysia Melalui Sebuah Video

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




foto: Video ancaman ISIS kepada Malaysia (Merdeka.com)




foto: Video ancaman ISIS kepada Malaysia (Merdeka.com)

KualaLumpur, Jelasberita.com| Setelah adanya ancaman dan serangan peledekan bom di Jakarta Indonesia pada beberapa waktu lalu, kini giliran Negara Malaysia yang menjadi target ancamanan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). ancaman tersebut disampaikan oleh para anggota ISIS yang berada di wilayah Malaysia.

 

Ancaman tersebut disampaikan dalam sebuah video, dimana salah seorang juru bicara militan ISIS dengan menggunakan bahasa melayu, menyerukan agar pihak pemerintahan Malaysia tidak terus-terusan menangkap anggota mereka yang berada di Malaysia.

 




Seperti dilansir dari pemberitaan the Strait Times, pada Senin (25/1), diketahui bahwa video tersebut dibuat dan diunggah oleh sayap ISIS Negara Malaysia. Mereka menamai dirinya sebagai ‘Katibah Nusantara’. Diperkirakan anggota dari sayap ISIS di Malaysia ini mencapai 200 orang yang merupakan gabungan antara dua negara yakni Malaysia dan Indonesia.

 

“jika kalian terus-terusan melakukan penangkapan terhadap rekan kami, maka kami tidak akan sekedar menambah jumlah anggota, melainkan akan segera masuk dan semakin mendekat kepada tujuan meraih kekhalifahan.” Sebut salah satu anggota ISIS yang berbicara dalam video yang bertajuk ‘Mesej Awam Kepada Malaysia’

 

Selain itu, anggota ISIS yang berbicara dalam video tersebut juga menyampaikan bahwa seharusnya masyarakat Malaysia segera meninggalkan sistem demokrasi, dan harus kembali pada syariah Islam yang kaffah.

 

Sebelumnya, beberapa orang yang diduga terkait jaringan ISIS berkali-kali berhasil ditangkap oleh Kepolisian Malaysia. Beberapa minggu lalu, sudah tujuh orang yang diduga adalah teroris berhasil diciduk dalam beberapa penggerebekan terpisah.

 

Kepala Polis Diraja Malaysia, Tan Sri Khalid Abu Bakar, mengungkapkan bahwa para anggota jaringan ISIS tersebut tersebar di beberapa wilayah di Malaysia, seperti Kuala Lumpur, Johor, Kedah, Pahang, dan Selangor.

 

Sementara itu, Kepala Satuan Antiteror Malaysia Bukit Aman, Datuk Ayob Khan, mengaku bahwa pihaknya tidak gentar dengan adanya ancaman yang diberikan ISIS melalui video unggahan tersebut.

 

“ISIS, terutama kelompok Katibah, telah melihat Negara Malaysia sebagai negara yang sekuler. Hal ini menjadikan masyarakat dan pemerintah sebagai target utamanya. Untuk itu pasukan kami harus bertindak cepat guna melawan mereka.” Tegas Ayob

 

Kelompok Katibah sendiri telah diketahui jejaknya pertama kali oleh Intelijen Malaysia sejak dua tahun lalu. Bernama Majmu’ah al Arkhabily, mereka mengaku telah berbaiat kepada kelompok ISIS dan kemudian langsung aktif untuk merekrut para anggota di Asia Tenggara. Intelijen Malaysia memperkirakan bahwa mayoritas militan yang ada pada kelompok ini mendapatkan pelatihan khusus untuk merakit bom dan menjadi penembak jitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published.