Setelah Heboh Tangan Robot, Kini LIPI Pamerkan Kursi Roda Dengan Sensor Otak

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





foto: detik.com
foto: detik.com

Bandung, Jelasberita.com| setelah kontroversi mengenai keaslian tangan robot yang diciptakan oleh seorang pemuda di Bali, kini Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) seolah tak mau ketinggalan. Baru baru ini, LIPI memamerkan hasil riset yang merupakan sebuah kursi roda elektrik yang berbasis dengan menggunakan sinyal otak (brain signal)

 




Dilansir dari laman detik.com, Electro Encephalo Graphy (EEG) yang merupakan nama lain dari kursi roda berbasis sinyal otak tersebut telah berhasil dikembangkan selama 3 tahun terakhir ini. menurut para pembuatnya, kursi roda tersebut akan bisa bergerak sesuai dengan perintah dari sinyal otak para penggunanya.

 

Untuk mengoperasikan kursi roda tersebut, para pengguna nantinya akan mengenakan sebuah penutup kepala yang berbentuk seperti kupluk yang sudah dipasangi oleh bebeberapa alat sensor otak yang terhubung ke micro controller.

 




Dr Arjon Turnip, selaku peneliti bidang Instrumentasi (teknologi EEG) dari UPT Balai Pengembangan Instrumentasi di LIPi, Bandung mengatakan bahwa terdapat 32 titik di otak yang nantinya akan berkomunikasi dengan mengirim sinyal.

 

“ada 32 titik di otak yang akan komunkasi mengirim sinyal. Kita tidak tahu didaerah mana sinyal yang akan ditangkap dan berubah jadi gerakan.” Ujar Arjon pada Rabu (27/1)

 

Selain itu, alat yang berada di kepala tadi, harus melalui suntikan gel elektroda, agar bisa selalu terhubung ke software yang berada di laptop. Hal tersebut terjadi melalui amplifier dan micro controller.

 

Arjon juga menambahkan bahwa terkadang terjadi sinyal yang noise akibat kinerja otak manusia yang mampu berubah dengan cepat, yang mengakibatkakn konsentrasi tidak konsisten. Untuk pengamanan sendiri, di kursi roda sudah dipasangi sensor yang begunan untuk mencegah adanya tabrakan dalam jarak tertentu.

 

“kita masih perlu melakukan pengembangan lebih lanjut serta melakukan perbaikan seperti misalnya sensor dan motor roda agar bisa berbelok lebih akurasi lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.