Merasa Tidak Nyaman Dengan Media dan Dikasari Polisi, Jessica Mengadu ke Komnas HAM

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





2da3eff0-f3fe-4bd8-bcc7-b4eb3fe4671a
Jessica ke Komnas HAM bersama Yudi Wibowo, pengacaranya hari ini. (detikcom)

Jakarta, Jelasberita.com| Rabu (27/1), Jessica Kumala Wongso (27) terlihat mendatangi Komnas HAM. Dirinya hanya berada selama satu setengah jam di sana, dan menurut informasi yang dihimpun, Jessica mencurahkan ketidaknyamannya atas pemberitaan media terhadap dirinya.

Jessica ditemani pengacaranya, Yudi Wibowo dan Andi Joesoef, keluar dari Komnas HAM di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 15.05 WIB. Saat ditanyai perihal kedatangannya, Jessica enggan berbicara dan menyerahkannya kepada pengacaranya.




“Silakan nanti Pak Yudi saja yang menjawab,” kata Jessica yang langsung masuk ke mobilnya, seperti yang dilansir detikcom.

Sementara itu, Yudi Wibowo menerangkan, maksud kedatangan Jessica adalah untuk menyampaikan bahwa Jessica tidak nyaman dengan pemberitaan media yang terkesan menyudutkannya.

“Maksud kedatangannya intinya menyampaikan bahwa Jessica merasa tidak nyaman dengan pemberitaan. Juga banyak wartawan yang datang ke rumahnya,” ujar Yudi.

Saat ditanyai apakah perihal kedatangannya memiliki sangkut-pautnya dengan polisi, Yuri hanya menjawabnya singkat.
“Nggak, ini cuma konsultasi saja,” jawabnya.




Jessica dan pengacaranya diketahui diterima oleh Koordinator Subkom Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM, Siane Indriani, dan pertermuan tersebut berlangsung secara tertutup.

Sementara itu, Siane Indriani sendiri menjelaskan, bahwa Jessica mengadu ke Komnas HAM dan mengeluhkan situasi di mana seolah-olah Jessica sudah dianggap sebagai tersangka dan diperlakukan sebagai tersangka.

Sianne juga menambahkan, bahwa Jessica sempat mengalami hal-hal yang membuatnya merasa tidak nyaman. Seperti saat pertama kali ketika dia mau dibawa ke polisi, di mana dia mengaku mau diambli dan dua kali mendapatkan perlakukan yang kasar dari polisi.

“Jadi di tengah malam, pada hari Sabtu dan Minggu. Sabtu, tidak menggunakan seragam polisi dan tidak bawa surat. Sehingga tidak jelas siapa dan darimana. Itu yang membuatnya ketakutan,” tambah Sianne lagi.

Tak hanya itu, berdasarkan penuturan Sianne, Jessica juga mengaku bahwa ada kata-kata tidak pantas yang dilontarkan pada keluarganya. “Kemudian dia besoknya juga begitu. Ada pihak lain. Bahkan dengan kata-kata yang kasar dilontarkan oleh seorang polisi melalui telepon juga kepada keluarganya,” ujar Sianne.

Leave a Reply

Your email address will not be published.