13 Jenazah WNI yang Terdampar di Malaysia Telah Divisum

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





150520060708_indonesia_migrants_boatvv_640x360_ap_nocredit
Banyak imigran gelap dari Indonesia yang mencari pekerjaan di Malaysia secara ilegal dan nekat menggunakan kapal seadanya. (bbc.com/indonesia)

Johor Baru, Jelasberita.com| Polisi Malaysia mengatakan telah menemukan 13 jasad yang diduga adalah pendatang gelap dari Indonesia pada Selasa (26/1) dini hari. Ketiga belas mayat tersebut ditemukan terdampar di pantai setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik akibat diempas badai.

“Mayat tersebut, yang terdiri atas 4 pria dan 9 wanita, ditemukan di sebuah pantai di Negara Bagian Johor oleh warga pada Selasa subuh, 26 Januari 2016, waktu setempat,” kata Rahmat Othman, Kepala Kepolisian distrik setempat.




13 jenazah WNI yang ditemukan pun akhirnya selesai divisum dini hari tadi. “Pukul 00.30 waktu setempat dini hari, telah selesai dilakukan visum untuk 13 jenazah korban kapal tenggelema di perairan Johor, Malaysia,” ucap Marshanda, Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Johor, Malaysia, dalam pesan pendeknya seperti yang dilansir dari Tempo, Rabu pagi (27/1).

Mengutip dari Tempo, berdasarkan data mengenai identitas 13 WNI yang diperoleh dari KJRI Johor, WNI termuda bernama doni, 12 tahun yang berasal dari Kediri, Jawa Timur.

Marshanda juga menambahkan, pagi ini akan dilakukan identitas data-data dari 16 dokumen yang telah ditemukan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal yang ditumpangi 13 WNI yang tewas tersebut. Saat ini semua jenazah berada di Rumah Sakit Sultan Ismail, Johor.

Polisi Malaysia menemukan 13 jenazah WNI tersebut di perairan selatan Johor. Diduga mereka terdampar karena kapal yang mereka tumpangi terbalik setelah diterjang gelombang yang tinggi.




“Para imigran itu rencananya ingin pulang ke Indonesia. Namun gelombang yang kuat dari Bandar Penawar, dekat Kota Tinggi, telah mengempaskan kapal mereka,” jelas Rahmat Othman, seperti yang diberitakan di Channel News Asia.

Diperkirakan kapal terempas itu membawa 30-35 penumpang. Jadi kepolisian Malaysia masih melakukan pencarian kemungkinan adanya penumpang lain di sekitar perairan tersebut.

Rahmat Othman juga menambahkan, para korban terdampar itu menaiki kapal kayu yang tidak layak ketika tenggelam tidak jauh dari pantai.

“Ada kemungkinan kapal tersebut terbalik sebelum fajar. Kami melakukan operasi pencarian dan penyelamatan, tapi terhalang gelombang yang tinggi dan ombak besar,” katanya.

Peristiwa seperti ini sebenarnya tidak jarang terjadi di Malaysia. Banyak WNI yang siap menerima risiko melakukan perjalanan dengan kapal tua dan tidak aman untuk bisa bekerja secara ilegal di Malaysia, atau untuk kembali ke kampung halaman mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published.