Yuk, Nabung Reksa Dana

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




bapepam-reksadana

JAKARTA, Jelasberita.com | Menabung bagi banyak masyarakat Indonesia sudah menjadi kebiasaan yang mungkin dilakukan sejak masih kecil. Tetapi, berinvestasi baru dilakukan sejumlah kecil orang di tanah air. Padahal, bila investasi dilakukan secara berkala layaknya menabung, orang akan memperoleh hasil yang jauh lebih tinggi bila dilakukan dalam jangka panjang.




Persoalannya, masih banyak orang yang menganggap investasi sebagai sesuatu yang asing.  Orang juga banyak yang tidak mengerti, ke mana harus berinvestasi? Banyak yang tidak tahu, kalau pasar modal Indonesia adalah tempat berinvestasi, dan sudah diaktifkan kembali sejak 39 tahun lalu.

Salah satu jenis investasi di pasar modal yang paling mudah dilakukan dan mirip dengan menabung adalah reksa dana. Namun, lagi-lagi masih sedikit orang yang tahu tentang reksa dana.  Untuk menularkan kebiasaan berinvestasi dan memperkenalkan reksa dana, Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI), KPEI, KSEI, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menggelar Pesta Reksa Dana 2016.

Pesta Reksa Dana 2016 yang  digelar 27-30 Januari 2016 ini bisa dihadiri masyarakat umum untuk mendapatkan pengetahuan mengenai investasi reksa dana. Masyarakat akan diperkenalkan mengenai cara berinvestasi reksa dana, potensi investasi produk ini, serta risiko investasi. Sehingga diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami produk reksa dana, dan tergerak berinvestasi di pasar modal.

Secara garis besar, jika orang ingin membeli reksa dana sama seperti membuka rekening tabungan. Orang dewasa yang sudah memiliki kartu tanda penduduk (KTP) bisa membuka rekening reksa dana di bank-bank yang menjual reksa dana, maupun melalui manajer-manajer investasi pengelola reksa dana. Setelah memiliki reksa dana, nasabah atau investor bisa membeli reksa dana secara berkala atau setiap waktu. Biasanya manajer investasi memberikan batasan minimal Rp100 ribu setiap kali pembelian reksa dana.




Reksa dana diterbitkan dan dikelola oleh manajer investasi dan bank kustodian berdasarkan mekanisme Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Lembaga ini tercatat dan diawasi oleh OJK. Reksa dana dijual dalam bentuk unit penyertaan (UP). Satu lembar UP apabila ditawarkan pertama kali pada saat peluncuran (produk baru), harganya Rp 1.000 per UP. Jadi apabila harga per UP Rp 1.000, maka pembeli akan mendapatkan 100 UP reksa dana dengan uang Rp100.000,-.

Membeli reksa dana relatif mudah seperti menyetorkan uang ke tabungan. Bisa dengan metode transfer dana ke rekening reksa dana, atau melalui mekanisme autodebet melalui layanan perbankan. Hampir semua bank-bank besar saat ini menjadi agen penjual reksa dana. Begitupun ketika investor ingin mencairkan atau menarik dana investasi, sama mudahnya dengan menyetorkan dana, cukup mengisi form penarikan (redemption) sesuai harga unit yang berlaku pada hari penarikan, maka dana yang dibutuhkan sesuai jumlah unit yang dijual kembali, akan ditransfer ke rekening investor.

Dalam perkembangan, harga UP akan bergerak (naik atau turun) berdasarkan nilai underlying asset-nya atau produk yang diinvestasikan. Uang investor reksa dana yang terkumpul, akan dibelikan produk investasi oleh manajer investasi pengelola reksa dana. Produk investasi yang menjadi underlying asset ini bisa berupa saham, obligasi atau instrumen pasar uang. Tergantung jenis reksa dana dan kebijakan investasi reksa dana.

Saat ini, ada lebih dari 80 manajer investasi. Dan produk reksa dana di pasar modal saat ini sudah ada lebih dari 1000 produk. Bagaimana cara memilih reksa dana? Nah, untuk mengetahui lebih jelas mengenai produk ini, dan bagaimana memilih manajer investasi serta produk reksa dana, bisa dicari jawabannya pada acara Pesta Reksa Dana.

Pesta Reksa Dana akan berlangsung di Bursa Efek Indonesia mengangkat tema Yuk Nabung Reksadana”. Tema ini merupakan bagian dari rangkaian kampanye nasional “Yuk Nabung Saham”.Yang mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi, dari budaya menabung (saving society) menjadi berinvestasi (investing society). Akan ada 50 stan Manajer Investasi, Perusahaan Efek, OJK, SRO dan APRDI dan pendukung pameran lainnya yang bisa dikunjungi. Acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai acara talkshow yang dibawakan oleh para direktur perusahaan manajer investasi seperti PT Bahana Investment Management, PT Danareksa Investment Management PT Manulife Investment Management Putut E. Andanawarih dan PT Panin Asset Management Rudiyanto; Tokoh Inspirator Muda Ryan Filbert; Capital Market Trainer Jimmy Dimas; Artis dan Investor Nycta Gina; Motivator Publik René Suhardono Canoneo; Perencana Keuangan Prita Ghozie; dan Artis, Penulis Buku, serta Investor Reksa Dana Mona Ratuliu. Selama pameran berlangsung juga diramaikan hiburan dan pengundian doorprize.

Siapa saja bisa hadir di acara pameran yang berlangsung selama empat hari. Kegiatan ini diperkirakan dihadiri  4.000  pengunjung selama pameran berlangsung. Para calon investor, baik ibu rumah tangga, wiraswasta, karyawan akademisi, profesional, dan masyarakat umum.

 (TIM BEI)

Leave a Reply

Your email address will not be published.