Dianggap Komunitas LGBT, Anggota SGRC UI Depresi dan Diusir dari Rumah

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  




sgrc-ui-harus-ubah-nama-0SMgcAiwD2

Depok, Jelasberita.com| Meluasnya pemberitaan tentang Support Group and Research Center On Sexuality Study UI (SGRC) membuat banyak anggota dari komunitas tersebut diteror. Mereka menganggap dan bahkan mengecap bahwa komunitas tersebut adalah wadah kaum LGBT. Karena peneroran tersebut, bahkan membuat anggota SGRC depresi.




Nadya Karima Melati, Koordinator Fasilitas dan Keuangan SGRC-UI, mengatakan masalah itu muncul dari akibat beredarnya poster manipulatif yang membawa nama SGRC.

“Kami tidak tahu ada kerja sama itu,” tutur Nadya, Senin (25/2).

Setelah maraknya poster tersebut yang beredar di media sosial, semua anggota SGRC mendapatkan teror. Hal tersebut pun diperburuk oleh adanya anggapan bahwa SGRC adalah komunitas yang mewadahi LGBT.

“Tapi kami sudah mendapatkan teror seperti ini. Terlebih teror kepada anggota yang dimuat di poster tersebut,” jelas Nadya.




Seperti yang dilansir dari Tempo.co, keempat orang yang berada di poster tersebut kini dikucilkan oleh orang-orang yang berada di lingkungan sekitarnya. Bahkan keluarga besar mereka marah karena mereka bergabung dengan SGRC.

“Mereka mendapatkan tuduhan yang tidak-tidak. Padahal tidak tahu apa-apa,” tambah Nadya lagi.

Bahkan dari keterangan Nadya, ada salah satu orangtua anggota SGRC yang mengalami depresi karena anaknya dianggap gay. Anggota itu pun sekarang juga sering mengurung diri dan tertekan karena tuduhan tersebut.

Keluarga besar anggota SGRC tersebut pun bahkan menyalahkan keterlibatan anaknya di dalam kelompok tersebut. “Padahal kami tidak salah apa-apa. SGRC hanya lembaga peneliti seksualitas,” ungkap Nadya.

Firmansyah sendiri, Co-Founder SGRC, yang banyak diberitakan setelah munculnya poster tersebut, akhirnya diusir dari rumahnya. Nadya menjelaskan, bahwa saat ini SGRC UI sedang mengumpulkan bukti-bukti terkait pemberitaan media yang menyudutkan SGRC sebagai wadah LGBT.

“Kami sedang menyusun data dan akan ke Dewan Pers,” ucapnya.

Diketahui, karena fitnah yang didapatkan dari pemberitaan, membuat banyak anggota SGRC yang mengurung diri di rumah.
Nadya pun kembali menegaskan, bahwa SGRC adalah lembaga studi seksualitas dan tidak mau meliahat orang dari orientasi seksual dan agamanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.