Terpengaruh Gafatar, Pria Ini Banting Setir Dari Arsitek Ke Petani

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





okezone.com
okezone.com

Jelasberita.com | Demi bergabung dengan Gerakan Fajar Nusantara dan terbang ke Kalimantan, banyak beberapa anggota keluarga yang mengeluarkan dana habis-habisan. Tak hanya itu, mereka juga rela meninggalkan profesi mereka yang mereka geluti sebelumnya.

Seperti yang dikisahkan oleh ibu Rina Marliawati (36). Ia mengatakan kalau adik iparnya, Aras, yang dulunya bekerja sebagai arsitek memilih menjual seluruh harta kekayaannya demi hijrah ke Kalimantan dan menjadi petani. Tak hanya sendiri, Aras juga turut membawa keluarganya setelah tiga tahun bergabung dalam kelompok Gafatar.




“Sekitar enam bulan lalu dia pindah ke Kalimantan. Rumah di bekasi dijual buat ke Kalimantan. Beberapa asetnya dijual, ada juga yang dikasih ke rumah ibu,” kata Rina Marliawati (36) saat menjenguk kakak iparnya di Panti Sosial Bina Insan II, Cigeger, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (25/1/2016).

Aras diketahui berangkat ke Kalimantan tanpa berpamitan kepada ibunya, bahkan keluarga baru mengetahui bahwa rumah dan aset Aras dijual setelah ia memboyong keluarganya ke Kalimantan.

Menurut pengakuan Rina, Aras juga sempat mengajak keluarga besarnya untuk menganut paham yang baru diyakininya itu. Beruntung, tidak ada keluarga lain yang ikut bergabung dalam kelompok Gafatar, selain istri dan anak-anaknya.

“Kita dulu sempat tuh diajak ikut Gafatar, cuma ya karena nggak mau ya udah. Kita juga didatengin kaya ustad-ustad nya dia, terus dinasehatin diajak. Kalau mau gabung harus tanda tangan formulir gitu. Suami saya enggak mau. Dari awal juga udah enggak mau sih,” cerita Rina sambil menunggu suami dan ibu mertuanya menemui Aras.




Dia juga menceritakan perubahan sikap Aras dan keluarganya. Mulai dari kedua anaknya yang tidak sekolah lagi dan lebih memilih home schooling yang belum diketahui kebenarannya, hingga ia kerap kali menolak ketika akan diajak sholat berjamaah. Bahkan yang lebih parah, saat bulan puasa, ia juga tidak melakukan puasa.

“Dari yang tadinya salat berjamaah, dia mulai nggak mau. Kita puasa, dia nggak. Istrinya yang dulu pake jilbab jadi diepas. Tapi kalau anaknya masih mau kalau diajak salat. Ya namanya juga anak-anak kan masih belum ngerti,” ujar Rina.

Di luar masalah aqidah, tidak ada perubahan yang berarti dalam diri Aras. Hanya saja, jika membahas tentang agama, Aras tak mau banyak bicara.

“Dia mengajarkan ayat Quran tapi penafsiran mereka beda. Ngobrol saja buat mereka itu salat. Jadi enggak perlu lagi salat,” katanya.

Rina yang sudah dua kali datang ke Panti tersebut, berusaha mengajak Aras dan keluarganya pulang. Keluarga juga sudah menyiapkan sebuah rumah untuk menjadi tempat tinggal Aras dan keluarganya. Tak hanya itu, rencananya Aras juga akan dibawa ke Ustad Arifin Ilham agar dinasehati dan kembali menjalankan syariat Islam.

“Rencananya kalau udah boleh dibawa pulang kita mau bawa ke Ustad Arifin Ilham, biar dia taubat atau syahadat lagi lah,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.