Musim Hujan Datang, Waspadai Virus Zika di Indonesia

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





1417553shutterstock-124771522780x390
virus Zika ditularkan melalui gigitan nyamuk/istimewa.

Jakarta, Jelasberita.com| Belakangan ini virus Zika terus diberitakan terkait mewabahnya virus tersebut di negara-negara Amerika Latin, khususnya Brasil dan Kolombia. Beberapa kasus pun ditemui di negara bagian seperti Illinois dan yang lainnya. Menariknya, virus ini sangat mirip seperti virus demam berdarah dengue dan ditularkan dari satu orang ke orang lainnya melalui gigitan nyamuk.

Dokter ahli Gastrioenterologi, Departemen Ilmu dan Penyakit Dalam, Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam mengimbau agar masyarakat mewaspadai penyebaran penyakit ini, terutama di musim hujan seperti saat ini.




Ari yang juga adalah Ketua Perhimpunan Ahli Penyakit Dalam Indonesia Jakarta (PAPDI Jaya) menerangkan, virus Zika ini merupakan Flavivirus kelompok Arbovirus, bagian dari virus RNA yang pertama kali diisolasi pada tahun 1948 dari monyet di Hutan Zika Uganda. Menurutnya, Zika sendiri merupakan nama hutan tempat virus ini berhasil diisolasi.
Virus ini kemudian menyebar ke beberapa negara Afrika, Asia khususnya Asia Tenggara, Mikronesia, Amerika Latin dan Karibia. Sama halnya seperti demam berdarah dan Chikungunya, virus Zika juga menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

Ari sendiri menjelaskan, seperti infeksi virus pada umumnya, gejala awal yang dirasakan pasien adalah demam mendadak, lemas, kemerahan pada kulit badan, punggung dan kaki, nyeri otot dan sendi, dan sakit kepala.

Sekilas infeksi virus Zika memang hampir mirip dengan virus Dengue sehingga adanya infeksi ini seringkali tidak terdeteksi karena umumnya gejalanya ringan. Namun menurutnya, berbeda dengan infeksi virus Dengue, pada infeksi virus Zika, mata pasien akan merah karena mengalami radang konjungtiva atau konjungtivitis.

Berbeda dengan demam berdarah, virus Zika tidak menyebabkan kadar trombosit di tubuh menurun.
Masa inkubasi virus Zika terjadi beberapa hari sampai satu minggu, sama halnya seperti infeksi virus Dengue penyebab demam berdarah.




“Dengan istirahat dan banyak minum pasien dapat sembuh,” kata Ari. Dia menjelaskan bahwa obat-obat yang diberikan hanya bertujuan untuk mengatasi gejala yang timbul, yaitu apabila terasa gatal diberikan obat gatal dan jika demam diberikan obat demam.

Menurut Ari, pada tahun 2015 Lembaga Eijikman Jakarta telah berhasil mengisolasi virus Zika ini di Indonesia. Bahkan dari hasil penelusurannya, ternyata pada tahun 1981, peneliti Australia telah melaporkan pasien penderita virus Zika setelah bepergian ke Indonesia.

Untuk pencegahan virus ini sendiri, Ari menjelaskan, sama seperti pencegahan infeksi demam berdarah, yaitu pemberantasan sarang nyamuk. Dan tak kalah penting adalah menerapkan slogan 3 M, yakni Mengubur barang bekas, Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air dan pemberian bubuk abate.

Leave a Reply

Your email address will not be published.