Mesir Legalkan Kawin Kontrak Antar Turis Asing Dengan Wanita Lokal

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  





carapintar.net
carapintar.net

Jelasberita.com | Pemerintah Mesir sejak pekan lalu melansir aturan jangka tertenut antara turis asing dan wanita warga negara nya. Skema kawin kontrak ini difasilitasi negara, dengan jumlah mahar yang bahkan turut ditentukan dalam beleid tersebut.

Saudi Gazette melaporkan, Minggu (24/1/2016), turis lelaki yang hendak menikahi gadis berusia 25 tahun lebih muda, wajib memiliki tabungan 50 ribu Pound Mesir (setara Rp 88,1 juta). Tujuan beleid itu, kata pemerintah pusat di Kairo, supaya setidaknya wanita Mesir mendapat keuntungan finansial memadai saat dikawin kontrak.




Peraturan ini dibuat, mengingat selama ini banyak wanita yang bersedia dikawin kontrak tidak mendapat kompensasi yang memadai dari para turis yang menikahi mereka. “Sehingga hak-hak para perempuan ini tetap terjaga kendati mereka dicerai setelah turis itu selesai liburan di negara kita,” kata salah satu pejabat di Kementerian Sosial Mesir.

Namun kebijakan pemerintah Mesir tidak begitu saja diterima oleh masyarakat Mesir. Seorang aktivis perempuan, Nehad Abul Qomsan, secara tegas mengecam kebijakan pemerintah Mesir yang mendukung praktik kawin kontrak. Menurutnya, tradisi kawin kontrak ini sama halnya dengan perdagangan manusia.

Pada era 1970-an, Mesir melarang sepenuhnya orang asing menikahi sementara perempuan warga negaranya. Namun, mulai 1993 atas desakan Ikhwanul Muslimin dan kalangan Islamis lainnya, pria asal luar negeri maupun turis diizinkan menikahi wanita berusia muda, asal menyediakan mahar 25 ribu Pound Mesir. Seiring waktu, aturan itu bukannya direvisi menjadi lebih ketat, melainkan hanya ditingkatkan saja jumlah maharnya.

“Artinya aturan soal kawin kontrak ini justru semakin bobrok di pemerintahan sekarang. Jelas-jelas itu semua adalah upaya legalisasi prostitusi,” kata Qomsan.




Sementara itu, Anggota parlemen Mesir, Amna Nossier, menyatakan mengizinkan kawin kontrak tidak akan menyelesaikan masalah. Dalam banyak kasus, wanita yang diajak kawin kontrak sudah melakukannya sebelum memasuki usia 18, batas minimal warga Mesir boleh menikah. Ada juga kasus yang mana perempuan dinikah cerai tiga kali dalam satu bulan, demi menghindari mahar tinggi.

“Wajib ada aturan hukum yang menghukum para ayah penjual anak gadis mereka kepada turis atau orang asing demi kawin kontrak,” kata Nossier.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.